Garuda Tambah Kapasitas Ke Indonesia Tengah

176
0
Share:

GuritaNews – Potensi pariwisata di wilayah Indonesia bagian tengah khususnya NTB dan Bali tidak disia-siakan begitu saja oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Maskapai premium Indonesia ini mulai menggenjot pasar di wilayah Indonesia tengah dengan melakukan penambahan kapasitas penerbangan baik melalui penambahan rute maupun penambahan kapasitas jumlah penumpang dari dan ke kawasan tersebut.

Herri Darmawan selaku Marketing and Sales Manager Garuda Indonesia cabang Mataram mengatakan akan ada pembukaan kembali rute Garuda ke Mataram dan juga penambahan kapasitas penumpang ke destinasi unggulan lain dari Lombok.

“Kami akan reopening rute Lombok-Jogjakarta yang dulu sempat ada. Kemudian kapasitas penumpang untuk Lombok-Bali dan Lombok Surabaya. Tetapi untuk saat ini Lombok-Sumbawa masih tetap satu flight per hari,” ujar Herri di sela-sela acara Garuda Travel Fair di Mataram..

Lebih lanjut, Herri mengatakan potensi tersebut harus juga diimbangi dengan analisis pasar yang mendukung bisnis penerbangan dari dan ke wilayah tersebut. Analisis yang pertama dilakukan adalah mengetahui kondisi pasar yang ada agar dapat mengukur kemampuan market membeli.

Selain itu, faktor pengembangan flight atau akses penerbangan ke daerah tersebut haruslah potensial. Tidak ketinggalan, daya tarik pariwisata juga menjadi salah satu pertimbangan.

Dalam kesempatan yang sama, General Manager Garuda Indonesia wilayah NTB Dasep M Suanda mengatakan target transaksi dari 18 kota penyelenggara Garuda Indonesia Travel Fair diprediksi sebesar Rp386 miliar dalam waktu hari mulai dari 7-9 Oktober 2016.

“Target transaksi dari GATF yang serentak di 18 kota sekitar Rp386 miliar rupiah selama tiga hari. Kami optimistis ini bisa tercapai. Kalau dari Lombok sendiri target sekitar Rp3 miliar dari head office,” ujar Dasep.

Karyadi, PIC Region Domestik 3 Garuda Indonesia yang membawahi wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, mengatakan destinasi wisata di Indonesia paling banyak tersebar di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, oleh sebab itu sangat berpotensi untuk dikembangkan.

“Destinasi wisata yang berada di Indonesia wilayah tengah dan timur merupakan favorit pasar dari Eropa, Australia, dan Jepang sehingga sangat besar sekali potensinya untuk dikunjungi oleh wisatawan,” ujarnya kepada Bisnis.com di sela-sela acara GATF di Kuta, Jumat (7/10/2016).

GIAA mencatat selama Januari 2016 – September 2016 rata-rata tingkat keterisian pesawat dengan rute Indonesia Tengah mencapai 79%. “November nanti agak sedikit menurun, namun periode akhir tahun mulai Desember hingga pertengahan Januari rata-rata seat load factor mendekati 89% hingga 95%,” imbuhnya.

Dia menambahkan sejauh ini pihaknya belum berencana untuk membuka rute baru ke wilayah tersebut. Pihaknya masih fokus pada penambahan frekuensi atau penambahan seat.

Share:

Leave a reply