Film GHOST ; selera horor, kejutan, hingga kekuatan pamor Salshabila Adriani menyedot penonton

175
0
Share:

GuritaNews – Film GHOST besutan Findo Purwono yang dibintangi artis Salshabila Adriani, Steffi Zamora, Gabriella Quinlyn, Devin Putra, Dini Cho, Juy Wow, Rheina Ipeh dan Ingrid Widjanarko ini, menawarkan atmosfir drama-horor yang sedikit berbeda dengan kebanyakan genre setaranya (di kelasnya).

Film pabrikan Scream Film ini, hanya bermain dengan set sebuah rumah nan sejuk namun ternyata punya muatan misteri dan teror yang mencekam.

Dengan mengambil judul GHOST, sudah bisa dipastikan bahwa (seharusnya) film akan banyak mengkoyak debar jantung.

Salshabila Adriani (foto by kicky herlambang/guritanews.com)

Scene wajib seperti ‘jump scare’ sebenarnya sudah di mulai kurang dari 10 menit pertama, lalu Findo berusaha mempertahankan pola ini pada beberapa scene selanjutnya, boleh dianggap sukses karena mampu membuat anda kaget dan berteriak.

Alunan backsound music yang mengiringi adegan suspense juga cukup baik terbungkus.

Kejutan-kejutan yang dirilis GHOST juga cukup bagus.

Hanya saja, banyak menit terbengkalai tanpa mengeksplorasi story yang kuat.

Salshabila Adriani (foto by kicky herlambang/guritanews.com)

Artinya linear GHOST seperti kelelahan mengkuras habis dramaturgi yang semestinya menjadi kekuatan dalam sebuah genre horor.

Banyak scene drama yang terbuang hanya untuk membuat dahi berkerut.

GHOST dalam perjalanan ceritanya sebenarnya punya kekuatan untuk mengangkat aroma horor dan suspens yang optimal, tanpa harus bertele-tele dengan dialog drama – yang tak perlu terkonsumsi berlebihan.

Findo Purwono (foto by kicky herlambang/guritanews.com)

Patut diingat genre horor adalah film menghibur!

Konsumsi komedi yang -seperti biasa- dimaksudkan untuk meredam debar jantung-pun hambar, meski harus berulang kali di olah.

Namun sekali lagi, bisnis film bisa disebut pertaruhan, jika banyak penontonnya; maka bisa dihitung jumlah pemasukan keuntungan dari penjualan tiket, namun jika sedikit penontonnya, pastinya merugi jadi tak perlu lelah untuk berhitung angkanya.

Memang ada anggapan bahwa main dalam film horor tak perlu eksplorasi peran yang maksimal, cukup menyesuaikan lewat permainan mimik ; takut, dingin, ngeri, pasrah.

Tapi jangan salah anggapan seperti ini tak sepenuhnya berlaku, apalagi jika anda pernah menyaksikan Dracula (1992), setampan apapun Keanu Reeves, bahkan secantik bidadari-pun Winona Ryder, yang kala itu didambakan remaja dunia, tetap dituntut sutradara Francis ford Coppola untuk memperlihatkan totalitasnya berakting.

Gabriella Quinlyn (foto by kicky herlambang/guritanews.com)

Film GHOST yang di produseri Ravi Pridhnani, memang tak mengumbar totalitas peran dan karakter, terbukti hampir semua pemainnya-pun datar saja berlakon.

Apapun tentang GHOST, setidaknya masih tetap pada khaidah menghibur penonton, bukan asal garap dan tetap punya selera!

Beberapa scene long-shot dan close-up juga sangat baik diperlakukan.

Rekaman efek CGI (Computer Generated Imagery) yang menempel dalam beberapa frame juga cukup wajar terlihat kasat mata.

Menyimak gerakan promosi yang dilakukan GHOST di area sosial media sejak Desember lalu, film ini masih berpeluang diperlakukan sebagai film horor yang bakal di gandrungi.

Bukan merek GHOST saja yang di daulat untuk mendatangkan banjir penonton, tapi juga seberapa hebat nama beken Salshabilla Adriani (pemilik 6,2 juta pengikut insta) menjadi magnet bagi para pengikutnya ‘berbondong-bondong’ menonton film – yang kali pertama memasang dirinya sebagai pemeran utama.

Saksikan GHOST mulai 25 Januari di seluruh bisokop! (Q2)

Share:

Leave a reply