Film Assalamualaikum Calon Imam, etalase dakwah yang ringan

161
0
Share:
Press screening Assalamualaikum Calon Imam (guritanews.com)

GuritaNews – Film drama Assalamu’alaikum Calon Imam, kolaborasi produksi studio film Prized Production dan Vinski Production, sengaja meletakkan frame drama dalam etalase dakwah yang ringan, menuturkan kiat anak manusia dalam memperlakukan sudut pandang problematik hidup melalui keyakinannya kepada sang Kholiq.

Namun demikian, film Asssalamu’alaikum Calon Imam yang berbasis dari tulisan indah Ima Madaniah dalam novelnya setebal 500 halaman, di jamin tidak akan membuat anda menikmati film ini sepanjang durasi  hanya untuk bertele-tele.

Rakitan naskah film yang di tangani dengan cermat oleh Oka Aurora, malah membingkai film besutan Findo Purwono ini menjadi kaya dengan warna hiburannya, hingga film ini-pun tampil bukan dalam packaging religi yang sering ‘cengeng’.

Natasha Rizki (istimewa/guritanews.com)

Natasha Rizki (istimewa/guritanews.com)

Boleh saja disebut (dari judul) bahwa film yang sedianya dirilis mulai 9 Mei mendatang ini menjual ranah religius demi bisa menarik banyak penonton di bioskop, tapi bisa juga film yang memasang artis Miller Khan (Alif) dan Natasha Rizki (Fisya)  sebagai pelakon utama justru memberikan ruang baru dengan warna dramanya sendiri.

“Assalamualaikum Calon Imam adalah film yang aku anggap punya ruh kuat terhadap realitasku sendiri. Sebuah warna drama yang ringan tapi bertenaga dengan premisnya,” aku Natasha Rizki kepada guritanews.com, usai jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (2/5) sore.

Film ini cukup lihai memadukan problematik drama-nya tanpa klise dengan unsur dakwah, yang terbungkus ‘ngepop’.

Miller Khan (istimewa/guritanews.com)

Miller Khan (istimewa/guritanews.com)

“Assalamu’alaikum Calon Imam untuk seluruh penikmat film Indonesia. Bukan sebuah pemaparan terbatas pada konteks simbol dan religi belaka. Film ini memberikan ruang yang sangat lebar kepada kita semua bahwa menyadari adanya sang Kholiq yang punya peran penting dalam kehidupan manusia” Jelas Santi Muzhar, produser Assalamu’alaikum calon Imam.

Pernyataan setarapun di sampaikan eksekutif produser Assalaamu’alaikum Calon Imam, Dwi Ajeng Asmarandhany bahwa film ini memang tak ingin meletakkan ‘diri dengan religiusnya’

“Saya kira, saatnya kita membuat sesuatu yang baru dengan premis lebih menarik agar bisa dinikmati jutaan penonton film Indonesia. Kami tak ingin terperangkap dalam batas drama religi yang sudah banyak kemiripan dalam banyak film kita,” jelasnya

Dwi Ajeng Asmarandhany (istimewa/guritanews.com)

Dwi Ajeng Asmarandhany (istimewa/guritanews.com)

“Assalamu’alaikum Calon Imam, adalah pemahaman kita terhadap keyakinan hati kita sendiri bahwa beranikah kita menyerahkan persoalan jodoh, maut, rezeki hanya karena Allah semata? Dan inilah premis Assalamu’alaikum Calon Imam,” lanjutnya

Ekonom senior DR. Rizal Ramli, yang hadir pada penayangan perdana bagi jurnalis di Epicentrum , Rabu (2/5) sore kemarin memeberikan komentar cukup menarik.

Dr. Deby Vinski (istimewa/guritanews.com)

Dr. Deby Vinski (istimewa/guritanews.com)

“Saya gak ngira ini film kok begitu berselera, simple, gak cengeng, dan punya bintang yang cukup baik mengolah akting,” akunya kepada awak media di sela jumpa pers Assalamu’alaikum Calon Imam.

Baca ; Terungkaplah fakta tersembunyi film Assalamualaikum Calon Imam

Film yang juga di bintangi  Andi Arsyil, Keke Soeryo, Leroy Osmani, Rheina Ipeh, Merdianti Octavia, Hessel Steven, Defwita Zumara, Reva Mustafa, serta dr. Deby Vinski ini paling tidak kita sepakati sebagai bentuk baru film drama Indonesia, dan mereka telah melakukannya dengan baik. (Q2)

Share:

Leave a reply