Fakta muramnya hidup seorang bocah dalam film Kanaya

218
0
Share:

guritanews – Sedikitnya rumah produksi yang ‘berani’ mengusung film dengan tema anak kerap memunculkan anggapan masyarakat kenapa dunia anak seperti lenyap dan kini sangat rentan dengan prilaku ‘bebas’ peradaban modern?

Film bertema anak, memang masih menjadi kebutuhan, untuk memberikan inspirasi dan tuntunan edukatif bagi anak-anak Indonesia.

Studio Rumah Media Film, menampakkan geliatnya untuk selalu peduli dengan dunia anak, lewat film televisi produksinya berjudul Kanaya, garapan sutradara D.Roy Wijaya.

Film Kanaya sebuah gambaran faktual seorang bocah perempuan bernama Kanaya yang harus melawan pahit getirnya hidup, sepeninggal ayah-ibunya.

Pemeran Kanaya dibintangi pendatang baru Arkanaya Suwandi, semenatara naskah film ditangani Nasrulloh.

Sosok Kanaya adalah karakter anak perempuan pendiam, sopan kepada guru dan kedua orangtuanya.
Kecerdasan yang dimilikinyapun acap kali membuat teman-temannya iri dan memusuhinya.

Kematian ibunya yang tewas mengenaskan ditangan perampok, menjadikan Kanaya kecil harus hidup dalam asuhan sang tante Indri (diperankan Ismi Melinda).

Ismi Melinda (foto ; kicky herlambang/guritanews)

Namun demikian tak sekejap mata nasib Kanaya berubah menajdi baik, perlakuan sang tante yang gemar memperlakukan dirinya bak seorang babu, justru membuat hidup Kanaya kian menjadi getir.

“Ini sebuah gambaran nyata dalam hidup seorang bocah seperti Kanaya, bahkan diluar sana masih banyak lagi anak-anak dibawah umur yang diperlakukan secara tak wajar,” jelas Roy yang juga bertindak sebagai produser, di sela syukuran produksi Kanaya, di Jakarta, kepada guritanews.com.

Lewat renungan gambar dan cerita, Kanaya akan banyak memaparkan pahit getir hidupnya.

“Film ini seperti terus mengajak dan mengingatkan kita betapa anak harus memiliki kehidupan yang semestinya, dan kesalahan besar jika kita lah justru yang merebut impian indah mereka” sambung Ismi. (Q2)

Share:

Leave a reply