Etalase prestasi EMERGENCE bagi delapan desainer muda

467
0
Share:

GuritaNews – Mungkin konsep perhelatan peragaan busana EMERGENCE sebagai etalase prestasi para desainer pendatang baru pabrikan Raffles Institute of Higher Education Jakarta, belum bisa bicara banyak dalam industri mode tanah air. 

 

Namun tidak berarti delapan desainer muda yang terlibat dalam jamuan awardness ini minim jam terbang.

Tema EMERGENCE yang diusung Kezia Kezia Alethia Shelomitha Pratama bersama rekan-rekannya lewat pagelaran busana karya para siswa dan alumnus Raffles Institute of Higher Education Jakarta, berhasil menyita perhatian kita semua.

Para anak muda ini tak segan berbicara soal mode dan detail rancangannya.

Nyaris karya merekapun  membius ratusan para tamu undangan yang hadir di Sky Hall AXA Tower, Jakarta, pada Sabtu (17/9) sore, kemarin.

Sukses memperagakan hasil rancangannya ;  Wilsen Willim, Sarah Devina Susanto, Maria Jessica, Maudy Lengkong, Hafina Rahma D, Claudia L, Vinny Lim, Novecilia ( foto ; q2her/www.guritanews.com)

Sukses memperagakan hasil rancangannya ; Wilsen Willim, Sarah Devina Susanto, Maria Jessica, Maudy Lengkong, Hafina Rahma D, Claudia L, Vinny Lim, Novecilia ( foto ; q2her/www.guritanews.com)

Tak pelak Raffles Institute of Higher Education Jakarta ‘menjajal’ menjadi instalasi premium bagi para anak muda yang hendak lahir sebagai fashion desainer.

Bertubi-tubi applause di sanjungkan kepada delapan desainer : Wilsen Willim, Sarah Devina Susanto, Maria Jessica, Maudy Lengkong, Hafina Rahma D, Claudia L, Vinny Lim, Novecilia.

“Ini debut bagi saya , mendapat kepercayaan untuk menggelar perhelatan tahunan. Setiap tahun dengan tema berbeda juga unjuk prestasi para siswa dan alumni jebolan Raffles institute Education yang selalu berbeda,” jelas Kezia kepada guritanews.com.

'white on white on white, an all white' by Wilsen Willim ( foto ; q2her/www.guritanews.com)

‘white on white on white, an all white’ by Wilsen Willim ( foto ; q2her/www.guritanews.com)

“Dan mereka (para desainer) yang hadir disini juga punya prestasi di ajang internasional,” lanjutnya.

Ini yang mengejutkan, ketika anak-anak muda dengan ‘seabrek’ talenta ini sudah berani unjuk gigit di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura.

Mereka tampil percaya diri saat mengikuti perhelatan peragaan busana di Singapuira dan Kuala Lumpur beberapa waktu lalu.

Kita berharap, suatu saat mereka mampu menghembus dengan kreasi terbaiknya, seraya memboyong nama Indonesia di pasar Internasional.

MEMENTO by Sarah Devina Susanto

MEMENTO by Sarah Devina Susanto ( foto : q2her/www.guritanews.com)

Atmosfir generasi baru (new generation) EMERGNECE , tampak segar terlihat seperti koleksi Wilsen Willim lewat tema white on white on white, an all white’.

Wilsen memberikan gaya klasik yang minimal.

Sementara Sarah Devina lewat ‘Memento’ melambai dengan garmen warna biru gelap dengan kompromi Bohemian yang sedikit unik.

Maudy Lengkong dengan ‘Morfes’- nya memaparkan jenis kontasi color namun simple dan high fashion look.

Morfes by Maudy Lengkong

Morfes by Maudy Lengkong ( foto : q2her/www.guritanews.com)

“Kebebasan berkarya adalah kami, dalam memberikan ‘taste of idea’ kepada masyarakat nantinya. Masyarakat kita kan senang yang simple dan unik, para desainer Raffles juga mahfum dengan selera pasar. Semoga saja nantinya koleksi para desainer juga menjadi embrio dan inspirasi bagi masyarakat dan kalangan muda” pungkasnya. (q2)

Share:

Leave a reply