Empat Kebijakan Kemenperin Dongkrak Industri MRO

235
0
Share:

GuritaNews – Kementerian Perindustrian menyiapkan empat kebijakan untuk mendongkrak perkembangan industri perawatan dan perbaikan pesawat atau maintanance, repair dan overhaul (MRO) di Indonesia.

“Pertama, memenuhi ketersediaan komponen pesawat dengan mendorong pembangunan industrinya,” kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan melalui siaran pers di Jakarta, Rabu.

Hingga saat ini, beberapa industri komponen pesawat telah tumbuh dan berkembang, yang tergabung dalam Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (INACOM).

Dalam hal ini, Putu berharap, industri MRO, industri jasa penerbangan, industri pesawat terbang bekerjasama dengan INACOM dan memprioritaskan komponen yang diproduksi industri dalam negeri, sehingga akan menghemat devisa.

Kedua, peningkatan jumlah sumber daya manusia (SDM) industri MRO, di mana prediksinya, Indonesia akan membutuhkan 12-15 ribu tenaga ahli industri MRO hingga 15 tahun ke depan.

Saat ini, sekolah-sekolah teknisi penerbangan di Indonesia hanya menghasilkan 200 tenaga ahli per tahun, sedangkan kebutuhannya mencapai 1.000 orang per tahun.

“Kementerian Perindustrian akan melakukan kerjasama atau bersinergi dengan kementerian terkait untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM industri MRO,” ujar Putu.

Di samping itu, Kemenperin akan memberikan dukungan melalui fasilitasi untuk peningkatan kemampuan dan kompetensi SDM kedirgantaraan nasional agar memenuhi kualifikasi dan standar nasional maupun international yang telah ditetapkan.

Ketiga, diperlukan pembangunan aerospace park atau kawasan Industri kedirgantaraan yang terintegrasi untuk mendukung industri kedirgantaraan dalam negeri.

“Dalam aerospace park tersebut, terdapat industri pesawat udara, industri komponen pesawat udara, industri MRO, industri jasa penerbangan dan Industri pendukung lainnya, termasuk perguruan tinggi sebagai tempat pengembangan SDM kedirgantaraan,” jelasnya.

Terakhir, pemberian insentif untuk peningkatan daya saing industri kedirgantaraan nasional agar dapat tumbuh dan berkembang sehingga mampu menyerap pasar nasional dan Internasional.

“Kami mengharapkan industri MRO di Indonesia semakin efisien dalam operasionalnya, dan dapat mencari celah serta terobosan-terobosan baru sehingga memiliki daya saing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang membuat persaingan usaha semakin ketat,” paparnya.

Share:

Leave a reply