Debut Ratu Erina, tampil di Enak tho Zamanku, Piye Kabare?

713
0
Share:
Ratu Erina pemeran Madon-A dalam film Enak Jaman Ku Tho, Piye Kabare

guritanews – Lama menanti harapan, nasib mujur akhirnya berpihak kepada pendatang baru, Ratu Erina (25), yang memerankan tokoh Madon-A, dalam sebuah film bergenre Drama Komedi, Enak tho Zamanku : Piye Kabare ? arahan sutradara Akhlis Suryapati, .

Dalam film ini artis berkulit putih mulus ini memerankan sosok Madon-A, agen rahasia kaliber. Ratu Erina bakal tampil dalam balutan busana glamour dan Sexy. Maklum perempuan berdarah Banten, ini memang memiliki ragawi yang cukup molek.

“Ini merupakan tantangan bagi aku memerankan cewek seksi yang kerja sebagai agen rahasia internasional,” ungkapnya kepada guritanews.com. Menurutnya, dalam film ini dia bermain cukup total. “Hmmm…pastinya aku main total disini, apapun maunya mas Akhlis ya aku harus bisa penuhi” lanjutnya. Termasuk tuntutan naskah yang mengharuskan baku hantam dan guling-gulingan. Tak heran sedikit lecet saat beradegan laga, paparnya.

Film ‘Enak tho Zamanku: Piye Kabare’ ini menurut produser film ini, Qdemank Sonny Pudjisasoni dari Midessa Pictures, perlu menjadi tontonan khalayak. film ini multi tafsir. Ada yang bilang ini film tentang Pak Harto. Ada yang bilang ini film tentang Komedi, dan ada juga yang bilang ini film Drama. Jadi Silakan di tafsirkan sendiri,” kata Ketua Umum Perfiki ini.

Dari pemutaran Trailer dan Behind The Scene baru baru ini, Film ‘Enak tho Zamanku: Piye Kabare’ adalah sebuah film yang kemasannya mengusung genre drama action dan komedi. Namun alur cerita, karakter para tokoh, serta adegan-adegan dan dialog-dialog dalam film ini, bisa cepat ditangkap sebagai simbol-simbol peristiwa yang memaparkan kondisi tertentu dari kondisi sosial-politik kekinian.

QDemank Sonny berharap, film ini akan memberi pencerahan pada masyarakat dalam menyikapi kekuasaan, tanpa harus tendensius mengkultuskan zaman tertentu. Judulnya ‘Enak tho Zamanku’, bukan Enak Zamanku Tho. Bisa dibedakan frasanya. Maka film Enak tho Zamanku lebih jelas dan lugas nilai keberpihakannya pada moral. Tidak ada beban sejarah. Lha wong film fiksi.”

Sementara itu sutradara Akhlis Suryapati mengatakan, ia tidak dapat menceritakan secara detil tentang tafsir atas judul dan isi cerita. “Untuk menafsirkannya, hanya bisa setelah menyaksikan filmnya nanti.” Katanya berteka teki. “Terlepas dari berbagai kemungkinan adanya penafsiran macam-macam, film ini sangat menghibur, seru, dan segar-berisi.” Tambahnya.

‘Enak tho Zamanku: Piye Kabare’ dibintangi artis-artis muda yang sedang naik daun, seperti Ismi Melinda, Panji Addiemas, Ratu Erina, Eko Xamba, dan Ananda George. Mereka beradu akting dengan artis-artis senior seperti Soultan Saladin, Dolly Marten, Otig Pakis, Yurike Prastika, dan Riza Pahlawan.

Film ini berkisah tentang tentang Pinuntun (Dolly Marten) yang disingkirkan secara brutal oleh kawanan Gato Loco (Eko Xamba), dalam tragedi rebutan warisan keluarga berupa Hotel, Restoran, dan Klub Hiburan. Pinuntun dalam keadaan sakit setelah disingkirkan.

Kesembuhannya diharapkan banyak pihak, terutama oleh Mbah Mangun (Otig Pakis) yang punya kepiawaian menyajikan hidangan nasi goreng enak bagi para pelanggan. Termasuk bagi orang-orang Belanda yang punya tradisi napak-tilas leluhurnya di Indonesia.

Paska terjadinya tragedi dan anarkisme, putra Pinuntun bernama Darmo Gandul (Pandji Addiemas) kembali dari perantauan. Ia ingin mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi. Darmo Gandul menemukan banyak indikasi tidak beres dalam pengelolaan Hotel, Restoran, dan Klub Hiburan.

Darmo Gandul bertemu Retno (Ismi Melinda), gadis penghibur yang pemberani dan sering menjadi sasaran kekerasan. Retno sedang berusaha menyelamatkan adik perempuannya, yang dikuasai Mucikari (Evry Joe) serta akan dikirim ke negeri seberang sebagai tenaga kerja wanita penghibur.

Saladin (Sultan Saladin) rupanya menjadikan Hotel dan Klub Hiburan sebagai pusat kegiatan perdagangan manusia berupa pengiriman wanita-wanita penghibur ke luar negeri, sekaligus menjadikan hotel itu sebagai penampungan tenaga-tenaga kerja asing illegal untuk selanjutnya disebarkan ke berbagai wilayah.

Kembalinya Darmo Gandul menjadi ancaman bagi kelangsungan kekuasaan Saladin. Untuk itu Saladin mengerahkan kawanan GatoLoco, berpasangan dengan Madon-A (Ratu Erina), untuk menyingkirkan Darmo Gandul. Gato Loco sendiri adalah teman karib Darmo Gandul semasa kecil tatkala sama-sama keblinger ilmu filsafat dan kanuragan di bawah asuhan Suhu (Reza Pahlawan). Kini mereka harus berhadap-hadapan sebagai musuh. (Q2)

 

Share:

Leave a reply