Damien Dematra : masyarakat sudah ‘gak berselera’ dengan film horor nasional

198
0
Share:

GuritaNews – Sutradara dan pegiat per-filman, Damien Dematra, mengungkapkan rasa bangganya terhadap iklim industri film nasional yang terus menggeliat.

Lebih spesifik Damien mengatakan kepada awak media, bahwa ia sangat senang ‘ketika masyarakat kita sudah mulai selektif dan tidak berselera untuk film-film jenis horor kacangan’

Damien memang sangat memperhatikan jika saat ini banyak film-film horor nasional terus bertumbangan di bioskop.

Penyebabnya ?

“Simple kok, cara berpikir masyarakat kita yang sudah bijak untuk memilih mana film bermutu dan tidak. Dan saya sangat bangga, ini artinya kedepan akan banyak film-film nasional yang kian berbobot dalam kualitas, dan digemari publik penotonnya sendiri,” ujarnya saat dijumpai sesuai menggelar acara malam penghargaan Internasional Film Festival for Spirituality, Religion and Visionary (IFFSRV) dan World Tolerance Award (WTA), di Holyywood XXi, Selasa (13/12).

“Penonton tahulah dan mampu membedakan tontonan edukatif dan menguibur dengan yang asal bikin, pasti kasat mata bedanya. Atau sudah gak berselara kali dengan film-film horor pabrikan sini,” imbuhnya. (Q2)

Sutradara dan pegiat per-filman, Damien Dematra, mengungkapkan rasa bangganya terhadap iklim industri film nasional yang terus menggeliat.

Lebih spesifik Damien mengatakan kepada awak media, bahwa ia sangat senang ‘ketika masyarakat kita sudah mulai selektif dan tidak berselera untuk film-film jenis horor kacangan’

Damien memang sangat memperhatikan jika saat ini banyak film-film horor nasional terus bertumbangan di bioskop.

Penyebabnya ?

“Simple kok, cara berpikir masyarakat kita yang sudah bijak untuk memilih mana film bermutu dan tidak. Dan saya sangat bangga, ini artinya kedepan akan banyak film-film nasional yang kian berbobot dalam kualitas, dan digemari publik penotonnya sendiri,” ujarnya saat dijumpai sesuai menggelar acara malam penghargaan Internasional Film Festival for Spirituality, Religion and Visionary (IFFSRV) dan World Tolerance Award (WTA), di Holyywood XXi, Selasa (13/12).

“Penonton tahulah dan mampu membedakan tontonan edukatif dan menguibur dengan yang asal bikin, pasti kasat mata bedanya. Atau sudah gak berselara kali dengan film-film horor pabrikan sini,” imbuhnya. (Q2)

Share:

Leave a reply