Dakwaan kepada Elfita Achtar sarat kejanggalan

861
0
Share:

guritanews – Rabu (14/6) sore lalu di Jakarta, juru bicara Elfita Achtar,  Syam Maulana S.H LLM menegaskan bahwa persidangan dugaan tindak pidana penggelapan sertifikat seperti dimaksud pada Pasal 374 Jo 372 KUHP, yang didakwakan kepada Eifita Achtar, Notaris di Bukittinggi yang memasuki acara Requisitor (Penuntutan),  sarat kejanggalan.

Syam Maulana dalam keterangan resminya kepada wartawan, mengatakan secara tegas bahwa perkara yang melibatkan Notaris di Bukittinggi ini berawal dari adanya kesepakatan jual beli asset PT. Rahman Tamin (dalam likuidasi) yaitu 4 bidang tanah yang terletak di Kelurahan Tarok Dipo Bukittinggi.

Ditambahkan penasihat hukum Elfita Achtar, Martry Gilang Rosadi S. H dari Raya Law Firm, kliennya masih menyimpan SHGB yang disengketakan.

Disamping kewajibannya sebagai Notaris untuk tetap melajutkan hingga kepada proses jual beli karena PJB tersebut belum pernah batal atau dibatalkan.

Syam memaparkan apa yang dilakukan Elfita Achtar, adalah kewajibannya dalam menjaga kepentingan Pihak Penjual dan Pihak Pembeli sebagai mana diamanatkan Undang-undang Jabatan Notaris.

Pihak Pembeli sudah melakukan pembayaran sebesar Rp.10.000.000.000, (sepuiuh milyar rupiah).

“Harusnya pihak Kepolisian arif dalam menindaklanjuti Laporan Mustafa Gani Tamin tersebut, ini adaIah murni persoalan Perdata, kenapa dipaksa-paksakan masuk ke dalam Pidana,” ujar Syam Maulana.

Jika Mustafa Gani Tamin memang tidak lagi menginginkan Jual Beli dilanjutkan dengan PT. Starvi Property Indonesia, lembaga yang seharusnya ditempuh adalah melalui Gugatan Perdata dengan memintakan pembatalan jual beli dengan PT. Starvi Property Indonesia.

Dan memerintahkan pihak Notaris yang menyimpan SHGB tersebut untuk tunduk dan patuh agar mengembalikan SHGB nya kepada PT. Rahman Tamin (dalam Iikuidasi) kembali.

Bukan malah melaporkan Elfita Akhtar dalam dugaan tindak pidana penggelapan Sertifikat.

‘sebenamya persoalan ini timbul akibat adanya masalah internal dalam PT. Rahman Tamin (dalam Iikuidasi)  sendiri.’

“Seharusnya masalah internal PT. Rahman Tamin diselesaikan tedebih dahulu, jangan membawa-bawa Elma Achtar selaku Notaris yang bersifat pasif. Ini sama saja dengan metakukan kriminalisasi terhadap jabatan Notaris,” pungkas Syam. (Q2)

Share:

Leave a reply