Blusukan Jokowi – Duterte ke Tanah Abang

172
0
Share:

GuritaNews – Presiden Joko Widodo mengajak Rodrigo Duterte blusukan ke pasar Tanah Abang, Jakarta pada JUmat (09/09), yang disebut dalam akun Twitter kantor presiden Filipina sebagai ‘saat dua bintang rok bertemu.’

Dalam kunjungan dua hari ke Jakarta ini, kedua kepala negara diagendakan membicarakan berbagai kerja sama antara lain bidang maritim, penuntasan kasus ratusan calon jemaah haji yang ditangkap di Filipina karena menggunakan paspor palsu.

Akun Twitter kantor presiden Filipina menulis, “Saat dua bintang rok bertemu….di pasar Tanah Abang,” cuitan yang dikritik sejumlah pengguna di Filipina.

Duterte bertolak ke Jakarta menyusul pertemuan puncak ASEAN di Laos yang disebutkan Menteri Komunikasi Filipina Martin Andanar bahwa Duterte menjadi “bintang rok.”

“Kami juga mengetahui bahwa Presiden Duterte menjadi bintang rok tidak hanya di negara kita namun juga di negara-negara lain seperti Laos dan Jepang,” kata Andahar kepada media Rabu (07/09) lalu.

“Dan saat ini menteri-menteri luar negeri dan delegasi asing lain berupaya untuk selfie dengan presiden kita,” kata Andahar.

Tanah Abang menjadi popular di Twitter dan disinggung lebih dari 3.000 kali.

Namun demikian sejumlah pengguna mengkritik termasuk Joice ‏@joycesufi menanggapi cuitan Twitter kantor presiden Filipina dan menulis, “Hentikan menggambarkan dia sebagai bintang rok. Biarkan fans yang menentukan,” dan Santo Santiago menambahkan, “Bahkan bintang rok sekalipun tak menyebut mereka demikian.”

Komentar lain lewat akun JNZ ‏@JnzTweets menulis, “Bintang rok biasanya menenggak obat sebelum dan sesudah manggung karena itu mereka merasa ‘high’ (melayang). Ada hubungannya?”

Duterte menimbulkan kontroversi sejak terpilih dan yang terbaru menyangkut komentarnya terhadap Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang ia sebutkan sebagai ‘putra pelacur’.

Komentar itu untuk menanggapi pernyataan Obama yang mengatakan akan mempertanyakan langkah pemerintah Filipina di bawah Duterte yang melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap mereka yang terlibat narkoba yang sejauh ini telah menewaskan paling tidak 2.400 orang.

Share:

Leave a reply