Blair Witch seram dan menakutkan?

235
0
Share:

GuritaNews – Patut memang kita pertanyakan kenapa Blair Witch seperti tak punya tenaga untuk membuat bulu kuduk kita merinding saat menontonnya?

 

Yang pasti, Blair Witch memang belum sehebat film pertamanya ; The Blair Witch Project , yang fenomenal itu.

Memang, film Blair Witch milik Adam Wingard, cukup menarik untuk di tonton, hanya saja greget horor yang semestinya mampu membangun kengerian dan ketakutan kita seperti hambar di dapat, yang ada hanya rasa kaget lewat sound. .

Sebenarnya Blair Witch telah berhasil membangun story line dari awal hingga mendekati penghujung cerita, tentu ini ditopang dengan polesan script yang juga bagus.

Namun dua hal tersebut, sebagai sebuah materi film, maka rumah produksi semestinya berani menempatkan porsi sutradara dengan kontol gerak yang maksimal, atau lebih memungkinkan denghan memilih sutradar yang tepat untuk Blair Witch.

Tapi kita juga perlu mahfum, bahwa Blair Witch bukan film mahal dengan biaya lebih dari 10 miliar dolar, hingga dalam hal pemilihan pemain pun tak ada yang terkenal.

Namun, The Blair Witch Project, yang di rilis pada 1999, juga berbudget murah meriah , hanya 60 ribu dolar!

Dibanding Blair Witch yang berbiaya produksi 5 juta dolar, justru film pertamanya berhasil sukses mengeduk keuntungan fantastis, dengan angka 248.639.099 dolar.

Mungkin, film-film horror dengan menggunakan teknologi found footage sebagai bahan jadi sebuah kemajuan industri film Hollywood, memang tidak akan selalu mulus di pasaran.

Ambil contoh seperti Paranormal Activity, yang kali pertama dirilis tahun 2009, sarat mengejutkan publik.

Paranormal Activity (2009)

Paranormal Activity (2009)

Film dengan budget lebih murah meriah (lagi) dari The Blair Witch Project, ini sukses mengeruk pemasukan box office 193 juta dolar lebih, dengan biaya produksi hanya 15ribu dolar saja!

Namun (seperti biasa), film pertama sukses lalu sekuel pun di garap dengan beberapa judul, walhasil tetap tidak sehebat film pertamanya.

Olahan Sinematographi Blair Witch cukup (lah) mengesankan dengan tehnik pengambilan gambar yang bisa dibilang juara (keren).

Namun tetap saja dalam ruang art, continuity dan terpenting aspek rasional, masih perlu ditambal agar film ini tampak lebih wajar disimak.

Peran dramaturgi yang semestinya menjadi formula jitu Blair Witch seperti lari sempoyongan, kurang terkontrol.

Justru dramaturgi -jika mau kita amati dengan jeli- memiliki peran penting dalam membungkus atmosfer horror itu sendiri.

Horor Blair Witch, lagi-lagi menjadi contoh betapa kekinian Hollywood lewat pabrikan horornya, tak lagi kuasa menakuti bahkan gagal membuat penontonnya merinding…. ketakutan! (Q2/RAMA)

Share:

Leave a reply