Banda The Dark Forgotten Trail

161
0
Share:

GuritaNews – Sebagaimana disebut Tome Pires dalam Suma Oriental (1512-1515): “pedagang-pedagang bangsa Melayu mengatakan, Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana, Maluku untuk cengkeh dan Banda untuk pala.”

Sebuah film karya Jay Subyakto Banda The Dark Forgotten Trail merupakan Dokumenter yang di buat untuk layar lebar, dan menjadi menarik ketika di Narasikan oleh Reza Rahadian dan Ario Bayu.

Banda the Dark Forgotten Trail adalah sebuah karya film panjang dokumenter yang diproduksi oleh Lifelike Pictures, yang diproduseri oleh Sheila Timothy dan Abduh Aziz, naskah ditulis oleh Irfan Ramli (penulis Cahaya Dari Timur, Surat Dari Praha dan Filosofi Kopi 2), dan disutradarai oleh Jay Subyakto. Departemen Kamera dipimpin oleh Sinematografer Ipung Rachmat Syaiful, ICS dengan didukung oleh second unit camera Davy Linggar dan Oscar Motuloh.

Banda the Dark InfoSinema – Sebagaimana disebut Tome Pires dalam Suma Oriental (1512-1515): “pedagang-pedagang bangsa Melayu mengatakan, Tuhan menciptakan Timor untuk kayu cendana, Maluku untuk cengkeh dan Banda untuk pala.”

Sebuah film karya Jay Subyakto Banda The Dark Forgotten Trail merupakan Dokumenter yang di buat untuk layar lebar, dan menjadi menarik ketika di Narasikan oleh Reza Rahadian dan Ario Bayu.

Banda the Dark Forgotten Trail adalah sebuah karya film panjang dokumenter yang diproduksi oleh Lifelike Pictures, yang diproduseri oleh Sheila Timothy dan Abduh Aziz, naskah ditulis oleh Irfan Ramli (penulis Cahaya Dari Timur, Surat Dari Praha dan Filosofi Kopi 2), dan disutradarai oleh Jay Subyakto. Departemen Kamera dipimpin oleh Sinematografer Ipung Rachmat Syaiful, ICS dengan didukung oleh second unit camera Davy Linggar dan Oscar Motuloh.

Banda the Dark Forgotten Trail menjadi film panjang pertama dari Jay Subyakto. Ketertarikan dan perhatian Jay dari dulu terhadap pulau Banda, bersambut dengan tawaran yang datang dari Sheila untuk menyutradarai film ini. Jay mengatakan “Film ini penting karena melupakan massa lalu, adalah sama dengan mematikan masa depan bangsa. Sangat penting Banda Neira buat bangsa kita kerena di sini lahir banyak pemikiran, lahir banyak kepedihan, lahir banyak semangat, dan lahir banyak ironi yang terjadi sampai hari ini.” Pengalaman pertama dalam menyutradarai film panjang ini dikatakan Jay sebagai suatu pengalaman yang sangat mengesankan “melakukan suatu pekerjaan yang kita cintai dengan tim terbaik di negeri surgawi.”

Irfan Ramli ¬†sebagai penulis naskah berkata “Banda the Dark Forgotten Trail adalah satu dari sedikit upaya untuk menegaskan relasi antara masa lampau dengan persoalan-persoalan kekinian. Menelusuri masa lampau artinya mempelajari apa yang terjadi dan yang akan terjadi, menjadi bagian dari identitas dan kesadaran komunal.”

Kepulauan Banda yang kini terlupakan pada masa lalu menjadi satu dari beberapa kawasan paling diburu karena menghasilkan pala. Sejak diperkenalkan oleh para pedagang Cina, pala menjadi salah satu komoditi rempah yang ditaksir dengan harga yang sangat tinggi. Segenggam pala pernah dianggap lebih berlebih bernilai dari segenggam emas. Hal tersebut membuat para pedagang Cina menutupinya dengan kain sutera. Jalur Sutera begitu dikenal di seluruh dunia yang sebenarnya merupakan usaha menutupi Jalur Rempah. Namun kebenaran sesungguhnya, karena rempah-lah ekspedisi ekspedisi besar dari Eropa diluncurkan, saling berlomba untuk mencapai pulau kecil di Timur ini.

Sejarah Banda penuh dengan darah dan kesedihan. Masa depan Banda dan pala berubah saat Jan Pieterszoon Coen yang saat itu sudah berbendera VOC tiba di Banda dan melakukan aksi paling brutal sepanjang sejarah. Dari jumlah 14.000 orang, setelah peristiwa pembantaian pada tahun 1621 jumlah penduduk asli kepulauan Banda hanya tersisa 480 orang. Eksodus bedar-besaran dari Banda mengakibatkan penduduk asli Banda sulit sekali ditemukan terutama di kepulauan Banda. Di sisi lain, eksodus besar-besaran tersebut menjadikan Banda sebuah kawasan yang unik karena dihuni berbagai suku bangsa di Nusantara, Arab, Tionghoa, dan Eropa. Masyarakat inilah yang membentuk masyarakat Banda hari ini.

 

Share:

Leave a reply