Bak seleb kondang, artis film Ayu Anak Titipan Surga di sambut riuh gempita ribuan pelajar

709
0
Share:

GuritaNews – Mungkin saat ini para bos rumah produksi (memang) sedang getol ‘menjajal’ untuk mengeduk keuntungan dengan menjual film bertema drama remaja, horor, keluarga, roman-picisan, religi, atau laga.

 

Padahal mereka juga sangat sadar betul, bahwa film-film dengan varian tersebut (diatas) belum -tentu- bakal dijamin laris di pasaran.

Terbukti banyak juga kok yang tidak laku dipasaran!!!

Yang mencengangkan batin kita adalah ketika publik penonton berburu film-film box office Indonesia ke bioskop, justru -berbeda dengan film  ‘Ayu Anak Titipan Surga’ (AATS) yang kian menghangat di perbincangan kalangan guru dan pelajar di Jakarta.

bagus-herianto-kanan-bersama-bintanaats-by-kicky-herlambang

Rumah produksi Griya Pelopor Budaya telah sukses menjadi pelopor menggelar acara nonton bersama sebanyak 167 kali (foto; Q2HER/www.guritanews.com)

Film AATS , yang cukup melekat menggaris bawahi tentang persahabatan, kesetiaan, sopan-santun, heroisme, antara si miskin dan kaya, serta lainnya, menjadi debut hebat rumah produksi Griya Pelopor Budaya, yang sukses sebagai pelopor menggelar acara nonton bersama sebanyak 167 kali (hingga berita ini diturunkan).

Pada Jum’at (30/9) pagi, para bintang Ayu Anak Titipan Surga ; Luthfiyah Putri, Zila Zafila dan Krisni Dita bersama produser, Bagus Harianto, menggelar acara ‘Meet and Greet’ di beberapa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, diwilayah Tebet dan Manggarai.

Tak pelak seluruh siswa sekolah yang disambangi bertepuk tangan hingga riuh gempita pun terjadi ketika meraka datang.

‘seorang petugas keamanan sekolah-pun didaulat ber-selfie dengan tiga bintang AATS’ (foto : Q2HER/www.guritanews.com)

Yang patut di catat adalah bagaimana dua karakter Ayu (Luthfiyah Putri) dan Evi (Zila Zuliza) menjadi sosok penting bagi ribuan pelajar SD/SMP di Jakarta sekitarnya, tatkala dua artis muda itu tandang ke sekolah-sekolah dengan sambutan luar biasanya bak seleb kondang.

Hingga seorang penjaga keamanan sekolah-pun didaulat ber-selfie dengan tiga bintang AATS, di sebuah sekolah dasar di kawasan Manggarai.

Sebelum terlupa ; film ini baru ditayangakan nasional di seluruh bioskop mulai Januari 2017.

“Aku suka banget filmnya, apalagi kak Fiah dan Zila cocok banget jadi Ayu dan Evi, ” ungkap seorang siswa kelas dua SD 07 Pagi, Kebon Baru, Tebet.

“Ini film yang sarat muatan edukasi dan punya pengaruh sangat positif bagi siswa SD dan SMP, dan bagi seluruh anak Indonesia. Filmnya sangat inspiratif, menghibur tapi tetap dengan bobot,” aku seorang guru.

Lalu seperti apa kemeriahan dan suka cita ‘Meet and Greet’ itu bagi Fiah  Zila, dan Krisni  ??

Luthfiah Putri (foto : Q2HER/www.guritanews.com)

Luthfiyah Putri (foto : Q2HER/www.guritanews.com)

“Wow ini sesuatu yang sangat luar biasa bagi aku, menjumpai mereka yang sebelumnya nobar dengan kami di bioskop, dan sekarang saat aku dan Zila datang ke sekolah mereka, gak nyangka malah mereka hapal banget kami berdua,” kisahnya bangga.

Ungkapan senada juga dirasakan zila “Iya.. setiap kami tandang ke sekolah-sekolah yang sudah mengadakan nobar AATS, biasanya pihak sekolah meminta agar para pemainnya datang untuk berbagi keceriaan lah dengan mereka, dan selalu seru suasananya,”

Zila Zuliza ( foto : Q2HER/www.guritanews.com)

Zila Zuliza ( foto : Q2HER/www.guritanews.com)

“Bisa ngobrol, foto bersama, nagsih tanda tangan, bahkan mereka juga ngasih cindera-mata buatan mereka sendiri,” lanjutnya.

Sementara Bagus Harianto, produser AATS, mengatakan bahwa acara-acara sejenis ‘meet and greet’ ke sekolah-sekolah di wilayah Jakarta dan sekitarnya akan terus dilakukan, termasuk nobar.

“Film ini kan dapat dukungan penuh dari Kemendikbud RI, jadi pihak kementrianlah yang menyerukan kepada sekolah-sekolah SD dan SMP untuk menggelar acara nobar film AATS,” pungkasnya.

Krisni Dita (foto ; Q2HER/www.guritanews.com)

Krisni Dita (foto ; Q2HER/www.guritanews.com)

Basis edukasi dan realitas dalam AATS memang membangun atau setidaknya film ini berupaya menggambarkan dunia anak yang sebenarnya ; ceria, santun, punya impian, semangat tinggi, patuh kepada guru dan orang tua, taat, dan saling menolong.

Bukan menggambarkan dunia anak yang sibuk dengan mainan gadget dan ‘game online’.

“Anak Indonesia harus hebat di dunia, AATS adalah gambaran aktual betapa anak-anak punya impian sendiri dan punya banyak kebaikan dalam diri mereka,harus kita bimbing. Mereka adalah generasi masa depan bangsa ini, tanggung jawab kitalah membangun impian mereka semua untuk menjadi manusia tangguh dan hebat,” jelas Krisni Dita pemeran ‘Emak’. (Q2)

Share:

Leave a reply