Antusias publik hingga membludaknya jumlah penonton JAFF 2016

184
0
Share:

GuritaNews – Perhelatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-11 resmi dibuka pada 28 Desember 2016 (20.00 WIB) malam, bertempat di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta.

JAFF dibuka dengan “Dance Film Perfomance” karya Faozan Rizal, Tony Broer, dan Yasuhiro Morinaga.

Tahun ini Film ‘Salawaku’ karya Pritagita Arianegara menjadi film pembuka yang dipilih JAFF.

“Film Salawaku dipilih sebagai film pembuka karena merefleksikan dengan tepat tema Islandscape yang menjadikan wilayah kepulauan sebagai ilham kreatif pembuat film serta mampu merepresentasikan kepulauan sebagai ruang yang mempertautkan mereka yang memiliki latar budaya berbeda” demikian ujar Direktur JAFF Budi Irawanto.

Budi Irawanto (DIrektur Festival) dan Garin Nugroho (Presiden Festival) menyampaikan sambutan

Budi Irawanto (DIrektur Festival) dan Garin Nugroho (Presiden Festival) menyampaikan sambutan pembukaan JAFF ke- 11

Pada penyelenggraan tahun ini JAFF mengusung tema “Islandscape” , yang menggaris bawahi tak hanya keragaman ungkapan artistik dan representasi budaya dalam sinema Asia, tapi juga sebentuk tanda bagi pertukaran dan silang pengaruh budaya sinema di kawasan Asia.

Tema Islandscape sekaligus menandai perluasan sinema yang dipromosikan JAFF – yang mulai tahun ini menjangkau wilayah Pasifik.

JAFF edisi ke-11 digelar 28 November – 3 Desember 2016 di tiga lokasi utama: Empire XXI, Taman Budaya Yogyakarta, Grhatama Pustaka Yogyakarta.

JAFF menghadirkan menghadirkan 138 film pilihan yang bisa dinikmati penonton.

Jumlah negara peserta yang mengikuti pada tahun ini meningkat sebanyak 27 negara, dari tahun sebelumnya sebanyak 23 negara peserta.

Antusiasme masyarakat sangat baik dengan hadirnya JAFF kali ini, terbukti denngan membludaknya jumlah penonton film yang hadir pada saat malam pembukaan yang hampir menyentuh angka 600 orang penonton.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, JAFF memiliki beberapa program rutin, yaitu: Asian Feature, Light of Asia, The Faces of Indonesian Cinema Today, Asian Doc dan Layar Komunitas.

Film Asian Feature yang akan diputar diantaranya ‘City Of Jade’, ‘When The Woods Bloom’, ‘Lowlife Love’, dan ‘Knife in The Clean Water’.

The Faces of Indonesian Cinema Today akan memutar film ‘Rudy Habibie’ , dibuka dengan film pendek berjudul ‘Amelis’ , lalu  ‘My Stupid Boss’ dengan film pendek pembuka ‘Andro & Jini’.

Sementara Asian Doc akan memutar ‘Portraits of Mosquito Press’ dan ‘Half a Life’.

Layar Komunitas merupakan program pemutaran film pendek produksi komunitas film se-Indonesia.

JAFF tahun ini berkolaborasi dengan Asia Center Japan Foundation dalam Japanese Contemporary yang akan memutar film ‘Fuchi Ni Tatsu / Harmonium’, Korean Cultural Center dalam Korean Cuts lewat pemutaran ‘One Way Trip’, Australian Embassy dalam program (O)Zeeing The Neighbour dengan ‘Water Diviner’ nya serta Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kompilasi DIY Short 2016.

Tsukamoto (Direktur Asia Center Japan Foundation)

Tsukamoto (Direktur Asia Center Japan Foundation)

Penonton dapat menikmati film-film panjang Asia Pasific dalam program spesial ISLANDSCAPE : yang akan memutar ‘Moana Rua : The Rising Of The Sea’.

Selain itu JAFF mengambil Focus On Djenar Maesa Ayu, yang akan memutar ‘Mereka Bilang Saya Monyet’.

Program Iranian Independent Films akan memutar ‘Lantouri’.

Selain program pemutaran reguler dan spesial tersebut, juga ada empat program fringe yang akan diputar di JAFF: Open Air Cinema yang akan dimulai di Tebing Breksi dengan memutarkan film- film pendek Indonesia, Forum Komunitas bersama Ruang Film Sukabumi dan Tanah Indie Makassar, Public Lecture dan Workshop. (Q2)

Share:

Leave a reply