Anak Negeri Megalith : mengenal budaya dan bea siswa bagi penonton

80
0
Share:
Sitaresmi NS by kicky herlambang-guritanews.com

GuritaNews – Sutradara film Amir Gumay, kembali meluncurkan karya terbarunya lewat sebuah film drama keluarga berjudul ‘Anak Negeri Megalith’.

Film Anak Negeri Megalith mengambil keseluruhan lokasi pengambilan gambar di lahat, Sumatera Selatan.

“Syuting Anak Negeri Megalith di Lahat, Sumatera Selatan tempat bersejarah. Di mana kebudayaan modern di masa lalu sudah ada sejak 5000 tahun lalu. Bahkan salah satu patung peninggalan jaman megalithikum dari kota Lahat yang bobotnya berton-ton kini tersimpan dan di pinjamkan kepada sebuah musium  di Jerman,” ujar sutradara berdarah Lahat ini, kepada awak media seusai gelaran premiere Anak Negeri Megalith, di Jakarta, Jumat (11/5) malam.

Film Anak Negeri Megalith, produksi Benning Pictures ini dibintangi sederet nama beken seperti Fauzi Baadila, Elma Theana, Pong Harjatmo serta pemain lainnya ; Bionetta, Novianti, Hazel, Eajendra, Guntur Triyoga, Diza Refengga, Fuad Idris, Mack Prabu, dan Nyimas.

Film Anak Negeri Megalith, mengisahkan tentang perjuangan seorang anak yang bekerja keras hingga adiknya mencapai cita-citanya menjadi seorang tentara.

Sementara itu, Sitaresmi NS selaku produser eksekutif mengatakan, anak zaman milenium perlu paham bahwa mereka adalah pewaris budaya megalithikum.

Sitaresmi NS (foto ; by kicky herlambang/guritanews.com)

Sitaresmi NS ‘kami ingin menularkan semangat kemandirian’ (foto ; by kicky herlambang/guritanews.com)

“Saya berharap, anak zaman now tidak lupa, karena mereka merupakan pewaris bangsa yang berbudaya tinggi ini”, kata Sitaresmi.

“Melalui film ini, kami ingin menularkan semangat kemandirian dan pantang menyerah dalam mengarungi hidup, serta berkorban sepenuh hati untuk kebaikan,” imbuh Sitaresmi.

Pada kesempatan gelaran Premiere, film Anak Negeri Megalith, yang di hadiri kalangan jurnalis dan undangan lainnya, acara ini juga menghadirkan sejumlah anggota dari Komunitas Pecinta Film Indonesia, KCFI dan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat Sri Muliati, SH,MM.

“Saya bangga dengan film ini karena sudah mengangkat potensidan keindahan panorama Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Karena kami mempunya Megalith peninggalan prasejarah yang tidak ada di daerah lain. Selain itu kami juga memiliki keindahan alam di sekitar bukit Serelo dan  kejernihan sungai Lematang,”ujar Sri Muliati.

Sri menyimpan rasa penasaran bagaimana sambutan masyarakat Indonesia dengan film Anak Negeri Megalith.

”Kami, masyakarat Lahat, sangat penasaran ingin segera menyaksikan film ini,”ujar Sri seraya  mengembangkan tawa.

Film Anak Negeri Megalith akan tayang di selururh bioskop mulai tanggal 17 Mei mendatang.

Amir Gumay ( foto ; by kicky herlambang/guritanews.com)

Amir Gumay ( foto ; by kicky herlambang/guritanews.com)

Khusus di Kabupaten Lahat, film ini ditayangkan mulai 20 Mei bertepatan dengan hari ulang-tahun Kabupaten Lahat.

Amir Gumay  pada kesempatan yang sama mengatakan bagi para penotnon film Anak Negeri Megalith ‘produser film dan Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan Bea Siswa untuk 68 siswa di seluruh Indonesia’

“Bila berminat, maka mereka yang mengajukan harus juga melampirkan bukti tiket nonton film ini. Nanti akan ada tim yang menyeleksi siapa saja yang berhak mendapatkan beasiswa tersebut, sambil menonton film nasional mereka memperoleh beasiswa,” kata Amir

Share:

Leave a reply