Amerika Serikat Naikkan Suku Bunga, Bursa Saham Naik

Share:

GuritaNews – Perdagangan bursa saham global masih cukup positif, baik di Eropa dan Asia sama-sama berakhir dengan menguat.

Namun sayangnya, penguatan yang terjadi di bursa AS diawal perdagangan Rabu (21/02/2018) harus tergerus paska risalah pertemuan FOMC dirilis. Alhasil Dow Jones berakhir negatif.

Bursa saham AS. pada awal perdagangan bergerak naik karena dukungan kenaikan saham disektor keuangan.

Pergerakan bursa berbalik arah dengan turun lebih dari 300 poin setelah kenaikan imbal hasil Obligasi, menyusul risalah The Federal Reserve bahwa kenaikan suku bunga menjadi.

Rata-rata industri Dow Jones turun 176 poin setelah naik lebih dari 300 poin.

Pasar di Eropa ditutup menguat pada Rabu siang karena investor fokus pada laporan pendapatan dan rilis data lebih lanjut, namun indeks DAX Jerman turun 0.14%.

Sementara saham Deutsche Boerse akhirnya naik 2.9 persen, pada sebuah konferensi pers, CEO baru operator bursa Jerman tersebut mengatakan bahwa perusahaannya menargetkan seperempat pasar kliring euro dari London saat Brexit mulai berjalan, lapor Reuters.

Dari belahan Asia dikabarkan bahwa bursa saham pulih dari awal yang lemah hingga ditutup menguat meskipun sinyal semalam lemah dari Wall Street.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1.8 persen menjadi 31,439 pada akhir perdagangan dengan saham keuangan memimpin kenaikan indeks.

Saham Jepang mengakhiri sesi berombak sedikit lebih tinggi karena pelemahan yen membantu mengimbangi data flash dari IHS Markit yang menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur di negara tersebut tumbuh sedikit lebih lambat di bulan Februari. Indeks acuan Jepang Nikkei 225 ditutup naik 0.21 persen atau 45.71 poin pada posisi 21,970.81 setelah sesi perdagangan berombak.

Bursa saham  Seoul ditutup menguat karena pembelian institusional di saham-saham besar.

Kospi membalikkan kerugian awal hingga berakhir 14.53 poin atau 0.60 persen pada 2,429.65.

Pada perdagangan mata uang, pasangan AUDUSD terpantau melemah semenjak sesi Asia hingga sesi AS berakhir seiring yield AS dan indeks dollar AS naik paska minutes FOMC setelah mencatat kenaikan harian di 0.7901 dan terendah di 0.7802.

Sementara Euro terbanting dengan jatuh di bawah 1.23 setelah risalah FOMC diterbitkan.

Euro terlihat kurang garang dari yang diperkirakan oleh pasar. Sebagian besar anggota FOMC sepakat bahwa penguatan ekonomi baru-baru ini meningkatkan “kemungkinan kenaikan tingkat bertahap lebih lanjut” terkait juga dengan program reformasi pajak Presiden Trump.

Poundsterling menguat tipis karena risalah FOMC dianggap meleset dari yang diperkirakan.

GBPUSD menyentuh level tertinggi harian di 1.4008 saat imbal hasil obligasi AS melonjak setelah risalah FOMC.

Dollar AS mendapat dorongan dari imbal hasil USY 10Y, yang melonjak menjadi hampir 2.96% setelah FOMC mengemukakan kekhawatiran mengenai kemiringan kurva imbal hasil, inflasi yang lebih tinggi dan defisit fiskal AS yang lebih tinggi.

Sementara pada perdagangan USDJPY, berfluktuasi setelah membukukan kenaikan tertinggi harian di 107.89 dan terrendah di 107.24 merespon lonjakan imbal hasil obligasi 10-tahun yang meningkat menjadi 3%.

Gejolak ini dipicu oleh pernyataan dari beberapa pejabat FOMC yang melihat risiko dari inflasi yang cukup besar terkait reformasi pajak Presiden Trump.

Pada perdagangan komoditi, Pergerakan harga emas terpantau melemah menjelang risalah FOMC diterbitkan.

Yang awalnya ditandai sebagai kurangnya hawkish dari yang diperkirakan dengan potensi kenaikan tingkat inflasi mengkhawatirkan bagi beberapa anggota FOMC.

Kontrak emas untuk pengiriman April di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik $ 0.40 atau 0.03% menjadi $ 1,331.60 per troy ounce. (Lukman Hqeem)

Share:

Leave a reply