Akhirnyafilm penonton Dilan 1990 tumbangkan rekor delapan hari Jangkrik Boss part.1

442
0
Share:

GuritaNews – Patut kita akui kedahsyatan film Dilan 1990 dalam membuat rekor baru 2,2 juta lebih penonton selama sepekan penayangannya, sejak Dilan 1990Kamis (25/1) lalu hingga Rabu (31/1) malam.

Setidaknya publik punya nggapan positif bahwa film karya Fajar Bustomi dan Pidi Baiq (penulis novel Dilan 1990) memang di bungkus dengan selera hiburan yang sarat berselara!

“Alhamdulillah, Dilan 1990 masih bertahan dengan banyak peminatnya hingga hari ini. Hasil kerja keras kami sebagai film-maker dan tim produksi juga promosi pada akhirnya membuahkan hasil yang sangat maksimal,” aku Ody kepada guritanews.com saat dihubungi via telepon.

Mungkin jika banyak pendapat mendapat berasumsi membuat film ‘mahal’ dan bagus maka akan berkahir dengan hasil yang sangat memuaskan.

‘membuat film ‘mahal’ dan bagus maka akan berkahir dengan hasil yang sangat memuaskan.’ (foto : kicky herlambang/guritanews.com)

Asumsi ini berlaku bagi Dilan 1990, penggarapan yang bermutu dan cast bintang yang tepat dengan cerita yang renyah disimak, pada akhirnya menempatkan film yang di produseri Ody Mulya Hidayat ini, yang terlaris dan terbanyak ditonton di awal 2018.

Bahkan jika kita analisa dengan hitungan semu , bila selama sepuluh hari rilis film ini kantongi 3 juta penonton maka rata-rata Dilan 1990 disaksikan 300 ribu penonton setiap harinya.

Sementara rekor Warkop DKI reborn : Jangkrik Bisa part.1 dengan rekor 1,8 juta telah dirubuhkan Dilan 1990, Senayan memecahkan rekor baru 2.282.000 selama 7 hari penayangan pada minggu pertama

Kita lihat saja, Sabtu (3/2) siang hingga malam, adalah hari kesepuluh film ini di rilis, mampukah Dilan dan Milea memboyong jumlah total 3 juta penonton sebelum pekan ini berakhir di Minggu (4/2) malam ?

Film Dilan 1990 secara tak sengaja telah berhasil -bukan saja – dengan fenomenalnya, namun yang paling kasat mata adalah bagaimana (bisa) film ini menjadi daya tarik yang kuat para sineas dan film-maker lainnya untuk memperlakukan yang sama terhadap karya-karya film, bahwa membuat film bagus dan fantastis dengan jumlah penonton, bukan hal mudah namun tetap (dengan keberanian) harus di lakukan, jika ingin film nasional tetap konsisten menjadi tuan rumah di negeri sendiri! (Q2)

Share:

Leave a reply