Adrenaline: plot twist yang kurang tergarap

180
0
Share:

GuritaNews – Dalam film Adrenaline : Rumah Hantu Indoneisa dikisahkan Lima anak muda yakni ; Victor, Michael, Anjani, Kim dan Catherine, bersiap menerima ‘uji nyali’ , sebuah permainan (yang seharusnya) memompa adrenalin pada top level.

Anjani dan kawan-kawannya harus lolos dari permaianan mendebarkan di Rumah Hantu Indonesia, dalam satu satu malam, jika kurang dari semalam maka peserta tereliminasi.

Sebelum mereka bertarung uji nyali, wajib menyebut kalimat ‘Nyews Wheaknos Blenkhut breakdesh’, yang tanpa disadari kalimat yang mereka sebut telah membuka indra keenam mereka semua untuk dapat melihat alam ghaib.

Tak ayal, Anjani cs. malah melihat hantu yang sebenarnya, termasuk bertemu dengan mediang ibunya yang tewas tenggelam di danau.

Dengan meramu plot twist, maka Adrenaline akan dipenuhi kejutan.

Film pabrikan rumah produksi ; Bejo Production dan Andalan Media ini di garap oleh Dwi Ilalang yang juga bertindak sebagai editor Adrenaline.

Meski disayangkan Dwi Ilalang rupanya tak terlalu mahir memainkan sebuah peran dramaturgi film ini.

Semestinya linear cerita betul-betul mampu dibungkus dengan membangun dramaturgi untuk mencapai klimaks horor dan thrillernya, sayang Adrenaline yang semestinya mamapu memompa debar jantung dengan blow-up , ternyata hanya flat saja tersaji.

Disinilah kecakapan Dwi menyutradarai dan mengedit sebuh film sangat teruji kualitasnya.

Belum lagi persoalan out focus shoot yang sangat menggangu konsntrasi kita menikmati gambar.

Dari sini kita menyimpulkan perlakuan DOP (Director of Photography) film Adrenaline masih kentara seperti ‘belajar bidik’ , meski ada juga terbela dengan beberapa scene yang cukup trampil memainkan ‘gimbal’ dengan membidik gambar berjalan dalam satu scene.

Selebihnya dalam persoalan gambar, cukup disayangkan tak ada yang menggoda mata lagi.

 Inzalna Balqis (Foto : q2her/www.guritanews.com)

Inzalna Balqis (Foto : q2her/www.guritanews.com)

Sebenarnya dramaturgi tadi bisa dibangun sejalan dengan plot twist yang diolah Rusli Rinchen sebagai penulis naskah, sayangnya (lagi-lagi) aliran gambar dan rakitan horor-thrillernya yang tidak klimaks, seperti mengalirkan plot twist film ini datar-datar saja.

Namun setidaknya Adrenaline tetap bisa menjadi tontonan alternatif, terutama bagi masyarakat yang kurang menyukai film-film horor Indonesia yang ‘gak jelas’ arah ceritanya, untuk melihat film sebagai ruang apresiatif bagi karya seseoarang.

“Ini film horor dengan taste berbeda dengan kebanyakan film horor Indonesia lainnya, no sex dan adegan vulgar ,” ucap Musri MD, produser Adrenaline, kepada guritanews.com, usai jumpa pers nonton bersama  di Blok M Square, Rabu (23/11) sore  .

Film Adrenaline yang sedang tayang di bioskop, di bintangi oleh ; Inzalna Balqis, Yogie Tan, Rozy Herdian, Mike Lucock, dan Elyzia Mulachela. (Q2)

Share:

Leave a reply