Upaya meramaikan lagi penonton film horor di bioskop

Upaya meramaikan lagi penonton film horor di bioskop

GuritaNews – Talkshow pada perhelatan Jakarta Horror Screen Festival 2020 berlanjut pada episode 15 yang mendaulat tema juga menarik ; Upaya Meramaikan Kembali Penonton Film Horor Di Bioskop!

Acara masih berkolaborasi dengan tayangan Puisi Pagi milik kanal studio Zonmer.

Sederet nama baru muncul sebagi tetamu istimewa ; sutradara Adi Garing, bintang film dan produser Juy Wow, pendatang baru Rebecca Regina serta Emma Pederova.

Seperti biasa, upaya untuk meramaikan penonton film di bioskop tiap-tiap produser punya kita sendiri untuk menjadikan produknya membumi, dengan hitung-hitungan, ; bila ramai jadi perbincangan menarik, maka biasanya akan banyak orang mau nonton film tersebut di bioskop.

Akan tetapi, teknik promosi seperti ini juga harus selaras dengan kekuatan materi produk, artinya -pun jika ramai jadi topik hangat di publik, namun jika hanya untuk sekedar menggelegar saja tanpa di bungkus dengan kualitas filmnya sendiri maka umur jualannya-pun tak akan lama!

emma pederova by kicky herlambang
Emma Pederova ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Beberapa gedung bioskop di daerah mulai buka kembali, hanya saja pasar belum punya keberanian untuk meramaikan kembali gedung-gedung bioskop.

” Jika berbicara upaya harus bagaimana, maka kita harus bikin film horor yang layak untuk memanggil penonton. Kan kalau ada film horor yang bagus dan ramai di perbincangkan, maka akan banyak orang terpanggil rasa penasarannya, untuk itu mereka mau datang nonton di bioskop, ” papar Teguh Yuswanto, creative director Jakarta Horror Screen Festival 2020.

Sutradara Adi Garing mengatakan harus ada treatmen dan gaya berturur cerita yang berbeda, paling penting.

” Juga promosi yang tepat, jadi saat bioskop buka kembali, maka berikanlah penonton sesuatu yang baru, entah itu cerita maupun pemain, umpan mereka ! agar mau datang lagi ke bioskop, apalagi jika itu film horor,”

” Juga peran penting eksibitor untuk menggaungkan rasa aman ketika hendak mengajak orang datang ke bioskop di saat kondisi pandemi sekarang ini, “

” Poster film horor juga garda terdepan sebagai daya tarik promosi. Tapi jangan juga bikin posternya keren tapi filmnya biasa saja, maka penonton akan kecewa, “

” Membuat sesuatu yang viral juga masih jadi jagoan, ”

” Kisah nyata juga masih menjadi daya tarik dalam film horor , ” kata Emma Pederova.

” cerita film horor bebasis cerita rakyat atau kisah nyata masih sangat diminati masyarakat saat ini, saya kira kedepannya sineas beserta rumah produksinya harus unggul dalam soal konten ini” lanjut Emma Pederova.

rebecca regina
Rebecca Regina ” Apalagi jamannya sosial media saat ini, bikin ajah film horor yang keren dan promosi yang maksimal di area sosial media. Maka akan banyak orang sangat tertarik, “ ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

” Apalagi jamannya sosial media saat ini, bikin ajah film horor yang keren dan promosi yang maksimal di area sosial media. Maka akan banyak orang sangat tertarik, ” sambung Rebecca Regina

” Bikin karakter hantu yang unik atau langka di filmkan semisal Gendoruwo, dalam film saya Lantai Empat. Tepuk tangan dong buat Gendoruwo, hahaha…” papar Juy Wow, bintang film Lantai 4.

Film horor seperti apapun kemasannya punya pasar penonton sendiri.

Apalagi hingga kini masih berlaku notabene jika film horor karya sutrdara si anu maka akan laris manis biasanya, tapi kalau dari sutradara yang belum mahfum di cerna pasar namanya, maka hasil penontonnya tak akan unggul.

Nonton film horor di bioskop tentu akan sangat berbeda rasa dibanding nonton di rumah.

Keseruan saat nonton film horor di bioskop akan menjadi kenangan yang masih bisa di ceritakan ulang sebagai peristiwa berkesan.

Mengulas ‘film horor itu seksi di mata perempuan?’ dalam talkhsow JHSF

Pendekatan khusus kepada penonton juga harus di lakukan eksibitor, sebab persoalannya masyarakat masih ‘terkunci’ dengan problem pandemi yang belum usai.

Keberanian masyarakat untuk datang ke bioskop masih di pertaruhkan, meski pihak pengelola bioskop melakukan upaya-upaya lebih relevan semisal membeli satu tiket gratis satu tiket atau diskon setengah harga dan sebagainya, pun belum menjamin akan banyak orang mau berbondong datang ke bioskop! (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *