Mengulas 'film horor itu seksi di mata perempuan?' dalam talkshow JHSF

Mengulas ‘film horor itu seksi di mata perempuan?’ dalam talkshow JHSF

GuritaNews – Masih bersama Puisi Pagi milik studio Zonmer, talkshow perhelatan Jakarta Horror Screen Festival (JHSF) 2020 mengulas tema menarik pada episode 14 ; ‘Film Horor Itu Seksi Di mata Perempuan?’.

Talkshow Jakarta Horror Screen Festival (JHSF) 2020 kali ini menghadirkan bintang tamu : Juy Wow, sutradara Adi Garing, Rebecca Regina dan model foto Emma Pederova.

Jika anda menyukai film – film horor dengan basis twisted plot, maka tingkat kepuasan menonton film tersebut akan berda di puncaknya.

Bukan itu saja, bahkan banyak film-film horor yang sering mendagangkan adegan adegan slasher (sadis), masih kita anggap keren!

Tidak ada survey yang pasti seberapa banyak atau lebih banyak mana antara penonton perempuan dan pria yang menyukai film horor.

Namun sering kita jumpai di biosko, bila ada studio memutar film horor yang ramai jadi perbincangan, maka tak di pungkiri akan banyak juga penontonnya dari gender perempuan.

Sepertinya di mata perempuan film horor itu memiliki tabiat ‘seksi’ untuk dinikmati sebagai penghibur selera.

Bagaimana mencerna kata ‘seksi’ yang disematkan itu?

Sifat dan karakter Seksi yang di daulat memang bukan ‘mengoceh’ pada persoalan fisik para bintangnya atau tidak dengan adegan bumbu seks dalam film horor!

Kini banyak seineas nasional dan macanegara, berhasrat tinggi memerankan intelektualnya sebagai misi treatment mem-propaganda pasar dengan kemasan selera, demi sebuah goals komersil.

Secara visual, film horor mulai langka dengan (tak lagi) bertubi-tubi menjajakan sosok-sosok setan atau iblis yang buruk rupa serta peran polesan musik jump-scare yang memberondong dengan membosankan.

Pola treatment yang tepat sasaran terasa mahal ketika mereka sukses menjajakannya kepada penonton.

Bintang film yang juga menjajaki karir cemerlangnya sebagai produser, Juy Wow mengatakan ‘film horor itu bisa disebut seksi dari segi ketakutannya, jadi kalau film horor saat di tontonya hanya flat saja, gak bikin jantung berdebar bagi saya itu gak seksi’

Emm aPederova
Emma Pederova ” Semisal juga ada sosok vampir mengerikan yang haus darah, tapi pemerannya aktor tampan, itu pun juga seksi secara visual,” ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Berbeda denga ungkapan foto model, Emma Pederova , menurutnya jika dalam film horor itu ada sosok hantu perempuan yang menakutkan dengan terornya, namun dibalik sosok dan karakter menakutkannya ternyata adalah perempuan cantik, maka menurutnya itu adalah ‘seksi’

” Semisal juga ada sosok vampir mengerikan yang haus darah, tapi pemerannya aktor tampan, itu pun juga seksi secara visual,” jelasnya.

Keseruan cerita yang berhasil meng-koyak emosional penonton secara naik-turun, juga bisa disebut film horor itu sangat keren dan sukses ecara film , alias seksi itu tadi.

Seperti yang dikatakan bIntang film Rebecca Regina  : misalnya kita nonton film horor yang membuat kita jadi seru dengan sesuatu yang di hadirkan dalam film itu, menggoyahkan adrenalin, maka sepanjang durasi kita akan sangat menikmatinya.

” Formula cerita dan taste menjadi sangat penting untuk meracik ruang-ruang scary, “

rebecca regina
Rebecca Regina ” Formula cerita dan taste menjadi sangat penting untuk meracik ruang-ruang scary, “ ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Sementara sutradara film,  Adi Garing menambahkan ; film horor itu berpondasi kepada elemen cerita.

” Plot yang bagaimana hendak disampaikan dalam film tersebut?”

” Kalau saya bisa disebut film horor itu seksi bagi penonton cewek itu dari segi cerita, juga menempatkan musik pada saat yang tepat “

Bismar dan Teguh Yuswanto yang mengarahkan acara talkhsow juga berpendapat : ketika kita gak pindah channel saat nonton di rumah atau gak angkat kaki saat nonton di bioksop maka film itu sangat bagus.

” Bahkan mungkin yang lebih seru jika di sebut film horor itu jadi seksi atau keren, ketika gak ada hantunya. Seperti menciptakan rasa takut itu sendiri di benak penontonnya, itu seksi loh buat perempuan, pasti seru kalau nonton dengan mereka di bioksop!” jelas Teguh Yuswanto

baca : Cerita film horor pandemi dan di bukanya bioskop dalam talkshow JHSF

” Jadi menurut saya cara sineas horor memanipulasi alam pikiran lewat karyanya itu juga bisa kita bilang film horor itu seksi, tak sekedar keren dan menarik idenya tapi juga ‘mahal’ sebagai tontonan,” pungkasnya. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *