Cerita film horor pandemi dan di bukanya bioskop dalam talkshow JHSF

Cerita film horor pandemi dan di bukanya bioskop dalam talkshow JHSF

GuritaNews – Obrolan semi talkshow JAKARTA HORROR SCREEN FESTIVAL (JHSF) 2020, yang di gelar KUMPULAN JURNALIS SINEMA INDONESIA bekerja sama dengan Puisi Pagi produksi studio Zonmer Official, kian seru pada setiap episodenya.

Kali ini talkshow di gelar beruntun sepanjang dua episode ( 12 dan 13) , masing-masing mengulas tema ; Pandemi inspirasi cerita di film horor (episode 12) & Bioskop Buka, Film Horor kembali berjaya? (episode 13)

Sederet nama beken di industri showbiz hadir menjadi narasumber di studio Zonmer, seperti ; Helene Sienca, Velline Ratu Begal, Christine Natalia, Elza Agustine, serta produser Ody Mulya Hidayat yang berpartisipasi via selular.

Pandemi Covid-19 telah menginspirasi film horor Host yang diedarkan secara digital oleh layanan layanan Over The TopShudder.

Film yang mengangkat kisah 6 remaja di kota London yang asik melepas kerinduan bersama melalui video call, saat berlakunya lockdown.

Para remaja yang sedang asik melakukan video call melalui aplikasi zoom ini harus berhadapan teror roh jahat yang mematikan.

Film Host menjadi pelopor lahirnya cerita horor dengan latar belakang lockdown pandemi Covid -19.

ilm-film horor nantinya yang mengambil latar belakang situasi pandemi Covid-19 saat ini
Para narasumber : Helene Sienca, Velline Ratu Begal, Elza Agustine dan Christine Natalia

Seperti yang di kemukakan Helene, Velline, Christine dan Elza, mengambil latar cerita pandemi Covid-19 akan menjadi keasikan sendiri untuk membuat film horor.

Menurut mereka , bukan tidak mungkin akan banyak produsen film-film horor nantinya yang mengambil latar belakang situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Karena punya daya tarik sendiri, bahkan sangat berpeluang nantinya akan di gandrungi penonton, karena hampir banyak negara di belahan dunia yang terkena wabah mematikan ini.

Film horor memang punya pasar sendiri, bahkan tak sedikit anggapan orang  bahwa film horor masih menjadi tontonan film kelas murah (dalam soal biaya produksi dan kualitas).

Pada talkshow episode 13 yang ‘mencerna’ peran penting bioskop yang mulai di buka dengan keterbatasan – harus ikuti protokol kesehatan.

baca juga : Kenikmatan nonton film horor streaming di tengah pandemi

Bioskop buka, film horor kembali berjaya? pun masih menjadi pertaruhan untuk situasi sekarang ini, mengingat pembatasan jumlah bangku penonton yang tidak bisa diisi penuh, berdasar pada peraturan masing-masing wilayah.

Seperti yang disampaikan Ody Mulya Hidayat, via selular, masih ada kiat untuk membuat produksi film, lalu mendistribusikannya via layanan Over The Top (OTT) atau bisa juga melalui layanan bioskop online digital terbaru – yang memberlakukan pembayaran tiket seharga hampir sama dengan tiket bioskop.

Artinya orang cukup membayar tiket nonton film secara online streaming untuk menonton satu film baru, namun masa berlaku tiket tersebut hanya untuk sekali nonton film.

Setelah selesai nonton, maka tuntaslah satu tiket nonton untuk satu film, dan jika anda ingin nonton kembali film yang sama atau yang lain, maka anda harus membayar tiket nonton kembali.

Bioskop di buka, juga belum menjamin segala genre film bakal laku untuk saat ini, sepanjang pandemi masih menghantui masyarakat.

Apalagi jika kita bertanya apakah film horor bakal kembali berjaya seperti saat situasi normal, dengan di bukanya beberapa gedung bioskop?

Tak ada yang tahu, yang pasti studio film mana yang punya ‘nyali besar’ merilis filmnya di bioskop untuk saat ini?

Hanya ‘gambling’ yang tahu!

Untuk saat ini, penonton film via streaming berlangganan kian ramai.

Tanpa kecuali, film-film horor yang di rilis lewat jalur Video On Demand, yang marak di jajakan penyedia OTT. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *