Kelewat 'drama keluarga' akhirnya film penuh aksi AVA terasa hambar

Kelewat ‘drama keluarga’ akhirnya film penuh aksi AVA terasa hambar

GuritaNews- Skrip yang agak ‘kabur’, adegan aksi yang tampil hanya flat, ditambah polesan drama keluarga menjenuhkan yang membuat film laga high-octane ‘AVA’ arahan Tate Taylor terasa hambar.

Film aksi AVA yang dibintangi Jessica Chastain, Colin Farrell juga John Malkovich sebenarnya masih mampu menampilkan aksi-aklsi penuh adrenaline sesuai misinya, hanya saja penanganan skrip film ini terlalu kompleks untuk menjadikan AVA penuh dengan sensasi aksi dan keseruannya.

Dengan memoles drama keluarga pada beberapa scene panjang antara Jessica Chanstain ( AVA), Geena Davis ( ibu),  Jess Weixler ( sebagai Jude, saudara kandung AVA), serta Michael ( Common, tunangan Jude) alhasil film AVA menyeret jauh kedalam problematik hubungan keluarga.

Bahkan Tate juga menambahkan bagan cerita sejarah latar belakang AVA dengan rumitnya lewat masa lalunya yang ber-ketergantungan dengan obat dan alkohol.

Naskah AVA terlalu melebarkan ruangnya untuk bebicara banyak soal drama klise, hanya untuk sebuah film action high-octane.

Padahal karakter AVA yang di bangun Jessica Chastain sebagai pembunuh bayaran -yang juga pandai beladiri itu- cukup menarik.

Film aksi AVA yang dibintangi Jessica Chastain, Colin Farrell juga John Malkovich
Dalam situasi terjepit AVA selalu lolos dengan gemilang, dari halauan musuh-musuhnya ; pada beberapa scene saya suka!

Pembunuh bayaran AVA sangat trampil untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dengan bagus.

Ia mampu meruntuhkan banyak musuh musuhnya cukup dengan kelihaiannya seperti merayu juga membunuhnya dengan sadis dalam waktu singkat.

Dalam situasi terjepit AVA selalu lolos dengan gemilang, dari halauan musuh-musuhnya ; pada beberapa scene saya suka!

Berandai saja jika film ini tak semestinya dragging, mungkin pihak studio – dengan menggaet aktor kelas A seperti mereka- bakal sukses menjadikan AVA sebagai A-movie.

Persoalan inti AVA hanya ada pada penanganan naskah yang tidak ter-elaborasi baik dengan genre filmnya sendiri.

Bahkan jika AVA ingin masuk dalam variabel laga penuh aksi penuh ketegangan seperti agen Bourne, pun masih bisa.

Film #Alive thriller survival dikejar zombie tanpa ‘best ending’

Karena Bourne juga menggunakan ritual flashback dan background karakter yang cerdas disampaikan.

Namun, persoalannya AVA harus tereliminasi untuk menjadi female Bourne, meski tidak ada yang salah untuk sekedar menghibur anda yang suntuk di rumah.

Sejujurnya penampilan Jessica Chastain dalam AVA sangat jauh berbeda dengan performanya yang gemilang dalam Zero Dark Thirty (2013). (Q2)    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *