Film #Alive thriller survival dikejar zombie tanpa 'best ending'

Film #Alive thriller survival dikejar zombie tanpa ‘best ending’

GuritaNews – Teror zombie masih berlanjut meski di tengah pandemi, film dengan genre masih tetap setia dengan daya tariknya lewat taste survival dan thriller seperti yang terjadi dalam film #Alive pabrikan Korea.

Film #Alive sejak diputar 24 Juni lalu berhasil menjadi pembuka box office cinema di Korea, dengan mengantongi setidaknya 1 juta dollar, sebelum akhirnya dipatahkan oleh Peninsula,  instalasi ke dua Train to Busan yang mengantongi hingga kini 2 juta dollar.

Namun demikian, lewat kanal streaming Video on Demand, #Alive juga mendapat sambutan baik.

Narasi #Alive masih berkutat soal keseruan dan ketegangan hingga bagaimana dua manusia bertahan hidup di tengah serbuan para zombie akibat infeksi virus yang sangat cepat menebar.

Korea rupanya masih mendaulat varian zombie sebagai film seru yang banyak diminati di negeri Ginseng itu.

Tak berbeda jauh dengan Indonesia lewat film-film horornya yang masih memuliakan Kuntilanak dan kutukan sebagai alasan cerita horor yang masih digemari penontonnya.

Cara bertutur #Alive memang cukup ringkas, tak perlu ada penjelasan logika bagaimana virus menebar hingga menular dengan cepat di kota Seoul.

Tak ada kompromi detail bagaimana asal muasal virus tersebut hadir di muka bumi.

baca : Malasana 32 : sekeluarga huni flat murah paling mengerikan di Madrid

Dua orang anak muda harus bertahan hidup untuk berhindar dan melawan serbuan zombie yang sarat jelas ‘pendengaran dan penglihatan’ itu.

Dua aktor muda Yoo Ah-In dan Park Shin Hye harus menentukan nasib mereka hingga titik darah penghabisan, di kompleks apartemen yang mulai -secara mendadak- di gerayangi ‘rakyat’ zombie.

Narasi #Alive masih berkutat soal keseruan dan ketegangan
Cara bertutur #Alive memang cukup ringkas, tak perlu ada penjelasan logika bagaimana virus menebar hingga menular dengan cepat di kota Seoul.

Untuk menyelamatkan diri mereka pun harus melakukan aksi baku hantam dengan para zombie, dari mulai di dalam kamar dan lorong apartemen, turun ke parkiran terbuka lalu kembali ke apartemen hingga berakhir di atap gedung.

Secara visual #Alive berhasil memanjakan penonton dengan tampilan grading colour yang mantab!

Namun sayangnya secara dramaturgi, film ramuan thriller-survival karya sutrdara Cho Il-hyung ini,seperti ‘pusing keliyengan’ mencari best endingnya. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *