Seharusnya, The Wretched tak perlu kehilangan akal untuk mengalirkan plot cerita yang kokoh.

The Wretched homage horor 80an yang gagal

GuritaNews – Sebagai homage horor era 80an, The Wretched gagal memberi kesan mendalam untuk berdiri sebagai sajian menghibur.

Seharusnya, The Wretched tak perlu kehilangan akal untuk mengalirkan plot cerita yang kokoh.

Saat saya menontonnya, The Wretched bersahaja dengan plot dan argumentasi Misogini-nya.

Naratif misogini sangat tergambar jelas, lewat penggalan scene sex yang buruk serta menempatkan perempuan sebagai sentra utama bencana dari dunia kelam antah berantah.

Ben ( Jean-Paul Howard ), pemuda tanggung yang sedang mengunjugi ayahnya ( yang bercerai dengan ibunya) di sebuah kota kecil, namun banyak di huni orang kaya.

Liam ( Jamison Jones ), ayah Ben mengelola sebuah marina, dimana Ben juga di pekerjakan sang ayah.

Di tempatnya bekerja , Ben mengenal Mallory (Piper Curda), gadis muda sebayanya yang pemberani tapi juga konyol.

Setelah mengenal Mallory,  Ben mulai terobsesi dengan tetangga ayahnya, Abbie (Zarah Mahler) , seorang ibu yang seksi, bertato, senang minum bir dan punya tabiat hiper-seksual saat berhubungan dengan suaminya, Ty ( Kevin Bigley).

Entah apa yang merasuki Ben hingga ia harus terlibat lebih dari sekedar obsesi belaka, ketika ia tahu ada sesuatu yang sangat janggal dalam diri Abbie.

The Wretched homage horor 80an yang gagal
The Wretched berusaha lari dengan dengan karakter cerita yang dangkal (sedangkal-dangkalnya),

Sepulang pesta, Ben yang dalam keadaan  mabuk sempat memergoki Abbie berjalan sendirian ke luar rumah melintasi taman dengan gaun tidur yang pendek.

Sayangnya ayah Ben keburu pulang dari marina malam itu, hingga sang ayahpun menganggap omongan Ben hanyalah melantur karena mabuk.

Ben memulai perjalanan nalurinya untuk mengetahui peristiwa apa yang di alami Abbie -sebagai investigasi konyol bagi anak muda sepertinya.

Ben juga sempat mengintip adegan ranjang Abbie dan Ty dengan menggunakan teropong mini.

Selanjutnya Ben juga memulai perkenalan batinnya dengan Sara (Azie Tesfai) kekasih ayahnya.

Pergumulan batin yang klise, ketika seorang anak baerusaha membuka hati untuk menerima kekasih baru ayahnya, setalah perceraian dengan ibunya.

Seperti biasa, penggalan drama begini adalah citra American Family di banyak film.

The Wretched berusaha lari dengan dengan karakter cerita yang dangkal (sedangkal-dangkalnya), bisa di sebut film arahan duet bersaudara ; Drew T. Pierce dan Brett Pierce, tenggelam dalam ceteknya narasi yang ingi di alirkan.

Naskah yang di tulis Pierce bersaudara akhirnya tak lebih dari sekedar film horor tanpa kengerian.

The Wretched sebenarnya telah berhasil lahir dari sebuah inspirasi dedengkot horor/misteri seperti ; Alfred Hitchcock dan Stephen King.

Bahkan dalam penanganan makhluk buas antah berantah kreasi Pierce bersaudara, pun  juga terinspirasi akan karya-karya Steven Spielberg.

Sejatinya film indie The Wretched, bagi para penikmat film horor di Indonesia cukup di gemari.

Kenapa demikian? pasar sebagai penonton (khusunya horor barat) bioskop tanah air sangat menggandrungi film-film horor dengan bais cerita yang dangkal.

Bahkan juga bukan tidak mungkin, akan banyak studio dan filmmaker di Indonesia punya ketertarikan untuk membuat film dengan ‘rasa’ ceriat seperti The Wretched.

baca juga dong ; Horor The Wretched yang ringan meski tanpa klimaks

Lemahnya narasi The Wretched, meski tetap dengan ‘anjuran’ plot twist yang di suguhkan ( gak perlu nyimak banget sih), membuat saya kehilangan pertanyaan ; darimana asal muasal makhluk jahat yang akhirnya merasuki Abbie, Ty dan Sara itu?

Bahkan pohon yang boleh di bilang ‘ghaib’ juga tidak memberikan pemaparan benderang , tempat apa dulunya pohon tersebut? sudah berusia berapa tahunkan, ratusan tahun kah? Apa alasan kuat -mengapa pohon tersebut menjadi bui bagi anak-anak yang di culik dan di santap para iblis tersebut?

Hal yang pasti semua cerita horor kebanyakan punya landasan masa lalu, The Wretched juga sedikit berbagi lewat twist-nya.

Tapi, untuk mengisi waktu di saat berlakunya Pembatasan Sosial Bersakala Besar, The Wretched adalah hiburan film alternatif yang menyegarkan kepala, daripada bengong di rumah saja… (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *