Aksi peduli IFA menggelar baksos di tengah pandemi

Aksi peduli IFA menggelar baksos di tengah pandemi

GuritaNews – Di tengah pandemi covid-19 berbagai instansi dan organisasi andil dalam melakukan kegiatan aksi peduli sesama lewat baksos, tanpa kecuali yang dilakukan belum lama ini oleh organisasi  IFA ( Indonesia Fashion Art ) tingkat pusat.

Ketua umum IFA, Prof. Dr. Hj. Anna Mariana S.H., M.H., M.B.A, bersama Wakil Ketua Umum (Waketum) IFA, Jeny Tjahyawati, S.Sn, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) IFA, Lea Elfara, A.Md.Li., S.I.Kom., M.B.A, dengan menyertakan semua anggotanya menggandeng  Kadin Indonesia yang di ketuai oleh Pak Rosan Roeslani, B.B.A., M.B.A, melakukan kegiatan sosial yaitu “ Peduli sesama bersatu melawan covid 19”.

Prof. Dr. Hj. Anna Mariana S.H., M.H., M.B.A
Prof. Dr. Hj. Anna Mariana S.H., M.H., M.B.A

Aksi sosial ini menyasar kepada tim medis, para dokter dengan menyampaikan perlengkapan medis serta bantuan sembako kepada masyarakat.

” Kami menggalang dana dari para donatur pengurus IFA maupun para anggotanya seluruh Indonesia. Kami memberikan bantuan perlengkapan medis berupa baju-baju APD, masker, face shield, hand sanitizer, dan sembako. Bantuan kami berikan diantaranya untuk para dokter di berbagai rumah sakit yang membutuhkan perlengkapan medis,” papar Anna Mariana, selaku ketua Umum KADIFA (Kadin Indonesia Fashion Art).

” Sedangakan bantuan berupa sembako kami distribusikan untuk para tukang ojek, supir angkutan umum dan  pemulung di pinggiran kota jakarta, “

Beliau juga mengatakan, “musibah pandemi COVID-19 bagi dunia usaha bidang fashion dan UKM  sangat berdampak signifikan terhadap penjualan melalui off line, eksport dan door to door.

Namun sebaliknya, jika mengandalkan penjualan melalui on line, justru penjualan meningkat sangat signifikan karena situasi saat ini yang mengharuskan untuk kita hanya bekerja dan berbisnis dari rumah saja”.

“Apalagi karena saat ini bertepatan dengan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri, otomatis penjualan online meningkat, khususnya pembelian dari para golongan menengah ke atas yang selalu tak luput berbelanja”, paparnya.

Jeny Tjahyawati, S.Sn,
Jeny Tjahyawati, S.Sn,

Terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar, wakil ketua umum KADIFA, Jeny Tjahyawati, S.Sn. berharap pemberlakukan PSBB akan sangat signifikan untuk menurunkan jumlah kasus COVID-19.

Menurtnya, tindakan yang di lakukan baik oleh Pemerintah Pusat maupun Provinsi DKI Jakarta sangatlah tepat sebagai upaya meminimalisir terjadinya penularan dan memutus mata rantai virus Corona.

” Namun, kembali juga kepada kesadaran masyarakatnya. Jika ingin segera usai musibah ini maka harus belajar disiplin. Pemerintah kan juga gak bisa keja sendiri. Untuk itu dibutuhkan sikap dari kita semua, dengan mematuhi aturan yang telah di terapkan saat ini, “

” Diam dan lakukan pekerjaan dari rumah, saya kira tak ada ruginya. Banyak hal positif yang bisa di lakukan di rumah sambil memperbaiki diri dan  meningkatkan ibadah juga kaan…”.

“Semisal, biasanya pekerjaan di kerjakan di work shop bersama seluruh karyawan, maka saat ini produksi menjahit dan membuat pola, juga proses finishing nya, dari awal pengerjaan mendesign, di lakukan dengan sistem bekerja secara on line lewat zoom on line, untuk meminimalisir kesalahan, ” lanjutnya

Lea Elfara, A.Md.Li., S.I.Kom., M.B.A
Lea Elfara, A.Md.Li., S.I.Kom., M.B.A

Pandangan setara juga di sampaikan sekjen KADIFA, Lea Elfara, A.Md.Li., S.I.Kom., M.B.A, bahwa selama work from home bisa tetap kreatif  dan produktif, seperti menyusun rencana-rencana kerja mendatang, mengikuti kelas – kelas kursus  ataupun seminar – seminar via online, memproduksi design karya-karya kita, menggencarkan lagi bisnis – bisnis online, melakukan kegiatan sosial dari rumah, dan lain-lainnya.”

Baca juga : Siasat Lea Elfara hadapi dampak pandemi Covid-19

Lea Elfara juga menambahkan, terkait berkembangnya polemik yang terjadi di masyarakat menyoal penanganan pemerintah terhadap kasus Covid-19 yang terus meningkat jumlahnya.

“Kalau untuk melakukan lockdown sepertinya pemerintah masih melihat situasi, karena banyak hal yang betul-betul harus dipertimbangkan dan dibebankan oleh pemerintah. Khususnya jika DKI Jakarta lock down, akan sangat berdampak signifikan pada perekonomian nasional, mengingat 75% pergerakan uang terjadi di Jakarta”.

“Tapi, saya lihat pemerintah pusat dalam hal ini, presiden Jokowi sudah melakukan langkah-langkah terbaiknya dalam menangani COVID-19, diantaranya sudah memberikan keringanan pembiayaan dan pembayaran pada beberapa sektor penting regional.  Presiden juga secara berulang kali menyerukan masyarakat agar bergotong royong menghadapi musibah ini,” jelasnya. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *