Marisha Putri ( guritanews.com )

Cerita Marisha Putri saat shooting video klip ‘Terlanjur Sayang’

GuritaNews – Sepertinya anda juga perlu menyimak cerita Marisha Putri saat shooting video klip Terlanjur Sayang di tengah wabah Covid-19.

Pekan lalu biduan dangdut Marisha Putri empunya ‘Goyang Membal’ ini baru saja meluncurkan video klip Terlanjur Kaya.

Ditengah wabah Covid-19 yang sedang menjangkit, Marisha Putri memang harus melakukan pengambilan gambar untuk pembuatan video klip Terlanjur Kaya.

Pasalnya jadwal produksi Marisha Putri telah di agendakan ‘jadi susah untuk di batalkan’

” Apalagi kan dah beberapa bulan sebelumnya di persiapkan. Jadi yah meski sedang adanya musibah Covid 19 , mau tak mau yah harus tetap jalan pembuatan video klipnya, ” jelas Marisha Putri kepada guritanews.com.

Namun demikian, segala sesuatunya dipersiapkan, seperti alat cairan sanitizer yang harus di pakai oleh semua kru saat melakukan pengambilan gambar, termasuk dirinya.

Marisha Putri juga mengatakan bahwa area pengambilan gambarpun juga membatasi warga sekitar yang ingin melihat proses pembuatannya.

” Pihak label Nagaswara juga memberikan aturan ketat saat shooting, semua yang terlibat dalam proses shooting harus di periksa dengan alat termometer selain menggunakan sanitizer, dan di anjurkan menggunakan masker penutup mulut, ” tambah Marisha Putri.

baca : Menjajal bakat menyanyi si ‘goyang membal’ Marisha Putri

Lagu Terlanjur Kaya menceritakan tentang perjalanan hidup seseorang yang punya spirit tinggi dalam memperjuangkan impiannya.

Bahkan menurut Marisha Putri lagu Terlanjur Kaya juga terinspirasi dari kehidupannya sebagai artis.

” Untuk kalian yang senang nyinyir dengan nasib orang lain, sepertinya wajib mendengarkan lagu ini, ” ucap Marisha Putri.

Oh iya bagaimana dengan dampak pekerjaan di tengah wabah Covid-19 ?

” Yah begitulah mas, banyak jadawal manggung harus tunda dulu, karena situasi saat ini, Semoga saja musibah ini segera berlalu dan aku bisa lanjut kerja lagi, ” akunya.

” Dan untuk saat ini aku stay di rumah dulu, mengikuti himbauan pemerintah. Paling ke luar rumah hanya untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Bahkan untuk melakukan pertemuan dengan kerabat saja aku batasi. Paling ke rumah orang tuaku di Bogor, ” pungkasnya mengakhiri percakapan. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *