elly wulansari ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Elly Wulansari : karir hingga kronologi kenapa ia di tuduh mencuri uang rekannya

GuritaNews – Sosok wanita bernama Elly Wulansari, karyawati berprestasi Bank Central Asia, Kantor Cabang Pembantu, Menteng, Jakarta Pusat, yang sedang meradang batin mencari keadilan atas dirinya karena di tuduh mencuri uang sebesar Rp 17.000.000 milik temannya, sudah semestinya menajadi perhatian kita semua, untuk belajar memahami bagaimana mencari keadilan sesungguhnya.

Sebelum kita memberikan koreksi seberapa jauh peristiwa hukum yang dialaminya, mari kita perlahan melongok perjalanan karir Elly Wulansari hingga kronolgi kenapa akhirnya ia di tuduh mencuri uang rekannya.

PERJALANAN KARIR ELLY WULANSARI

1.     Pada tanggal 21 September 2010 Elly sebagai Magang Bakti Bank Central Asia dengan penempatan di BCA KCP Menteng sebagai Teller Bakti dengan masa kerja hanya 3 (tiga) tahun. Elly melamar posisi tersebut karena pada saat itu pendidikan terakhir Elly D3 Komunikasi IPB sedangkan persyaratan untuk menjadi karyawan tetap di BCA adalah S1. Pada saat yang bersamaan, Elly juga melanjutkan kuliah di Universitas Mercu Buana jurusan Marketing Communication dan ini pun menjadi motivasi Elly agar bisa menjadi karyawan tetap di BCA;

2.     Sebagai Teller, Elly tidak hanya melayani transaksi nasabah saja tetapi juga menawarkan produk-produk BCA seperti KPR, KKB atau proteksi perlindungan AIA. Salah satunya, proteksi perlindungan AIA, semakin banyak referal atau closing nasabah maka akan ada reward yang diberikan. Selanjutnya Elly termotivasi untuk menawarkan kepada nasabah, dan hasilnya ada nasabah yang closing produk AIA sebesar Rp.10.000.000,-(sepuluh juta rupiah) dan Rp.15.000.000,-(lima belas juta rupiah) untuk premi tahunan dan Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah) untuk premi bulanan;

3.     Kepala Cabang BCA KCP Menteng saat itu Bapak Agus Wahyudi selalu mengedepankan team engagement. Dari sinilah, Elly berinisiatif memberikan masukan kepada Kepala Bagian (Kabag) Elly, tidak hanya ucapan selamat bila ada yang sedang berulang tahun tetapi memberikan hadiah atau kado kepada rekan kerja yang sedang berulang tahun agar hadiah tersebut dapat dikenang. Akhirnya Kabag dan Kepala Cabang Elly menyetujui ide Elly, dan dana untuk membeli hadiah tersebut diperoleh dari hasil patungan rekan-rekan yang lain. Kabag Elly pun bersedia apabila ada yang berulang tahun, beliau yang membeli hadiahnya, tetapi karena Kabag Elly dirotasi ke cabang lain maka Elly yang menggantikan untuk membeli hadiah. Perlakuan untuk membeli hadiah atau kado tidak hanya bagi rekan kerja saja, hal ini pun Elly terapkan kepada nasabah. Apabila ada nasabah saat transaksi berulang tahun minimal Elly memberikan ucapan selamat dan memberikan souvenir BCA jika memang souvenirnya tersedia. Sehingga engage kepada nasabah lebih erat lagi;

4.     Selama hampir 3 (tiga) tahun Elly menjadi Teller Bakti, Elly merasa pekerjaan mulai monoton, maka Elly terkadang melihat-lihat apa saja pekerjaan back office (BO) dan ikut membantu pekerjaan BO. Sehingga pada suatu saat, staff BO sedang tidak masuk, Elly dapat menggantikannya. Padahal untuk menjadi BO harus ada training dan pengangkatan jabatan tetapi karena Elly pada saat menjadi teller kinerja Elly baik tidak pernah selisih, jarang sekali terlambat datang ke kantor, tidak pernah koreksi transaksi dan sudah memahami pekerjaan BO sehingga Elly dipercaya melakukan pekerjaan BO sebagai petugas khasanah;

5.     Pada bulan Mei 2013 masa kerja Elly menjadi teller bakti tersisa 4 (empat) bulan lagi dan bersamaan kuliah Elly juga sudah selesai. Kepala Cabang, Bapak Agus Wahyudi memberikan dukungan kepada Elly untuk mengikuti tes menjadi karyawan tetap. Beliau memberikan arahan bagaimana pada saat nanti interview dan menjawab soal-soal tes. Akhirnya, Elly lulus tes menjadi karyawan tetap di bulan Mei 2013 tetapi Elly harus menunggu sampai masa kerja Teller Bakti Elly selesai bulan September 2013;

6.     Pada tanggal 1 Desember 2013 Elly diangkat menjadi karyawan tetap, Elly ditempatkan di BCA Kantor Cabang Utama The City Tower, Jakarta sebagai Cabang Utama dari BCA KCP Menteng sebagai frontliner posisi teller reguler dengan masa pensiun 35 tahun. Hanya kurang lebih 1 minggu, Elly ditempatkan kembali ke BCA KCP Menteng.

7.     Pada tanggal 10 Desember 2013 Elly bertugas kembali di BCA KCP Menteng sebagai teller reguler akan tetapi, dikarenakan kekurangan karyawan tetap untuk bagian BO Elly ditempatkan sementara untuk bagian BO sebagai petugas khasanah, terkadang Elly juga merangkap menjadi teller dan petugas khasanah. Di BCA KCP Menteng, bagian back office (BO) terbagi menjadi 1 (satu) orang khasanah (sebagai petugas kas) dan 1 (satu) orang petugas kliring merangkap transaksi valas, stock kartu atm, stock buku cek & giro nasabah, dan juga payroll. Namun, apabila salah satu petugas BO tidak masuk maka petugas BO yang lainnya merangkap keseluruhan pekerjaan BO. Pada awalnya Elly ditugaskan menjadi petugas khasanah, tetapi karena kekurangan staff maka Elly merangkap keseluruhan pekerjaan BO. Elly mengerjakan pekerjaan BO secara otodidak tanpa adanya pelatihan terlebih dahulu dan Elly juga banyak bertanya serta belajar kepada Kabag Elly dan rekan-rekan BO dari cabang lain. Elly sering pulang malam karena menyelesaikan pekerjaan BO dan terkadang tidak Elly masukkan kedalam uang lembur karena melihat terlalu sering Elly lembur. Pekerjaan BO terlihat seperti mudah tetapi banyak tahap-tahap dan adanya cut off (batas waktu) untuk transaksi kliring dan valas, sementara pekerjaan yang lain juga harus diselesaikan;

8.     Pada Waktu pagi hari saat jam layanan dimulai, Elly menginput transaksi kliring titipan kemarin dan biasanya teller sudah memberikan transaksi kliring atau CSO mengambil kartu ATM nasabah. Belum lagi jika Elly merangkap menjadi khasanah, teller mengebon uang bila ada nasabah tarik tunai atau penukaran uang kecil. Pada siang hari sekitar pukul 11.00 wib, Elly menginput transaksi kliring dan juga secara bersamaan adanya transaksi valas seperti pengiriman uang keluar negeri dan setoran bank notes. Slip transaksi nasabah untuk valas harus di fax terlebih dahulu ke KCU untuk melakukan deal kurs baru bisa diproses transaksinya. Bila ada nasabah yang menyetorkan bank notes maka Elly harus menyetorkannya ke KCU karena tidak boleh ada stock di cabang (hanya cabang-cabang tertentu). Biasanya Elly menyetorkannya di jam 13.00 wib setelah jam layanan khusus transaksi kliring dan valas tutup, dan Elly sendiri harus menghubungi koordinator mobil cabang dan polisi untuk pengawalan dan sering terjadi kendala seperti mobil tidak ada atau polisi sedang bertugas semua. Jadi, harus menunggu sedangkan masih banyak pekerjaan yang harus Elly selesaikan seperti payroll dan pemesanan buku cek & giro nasabah yang batas waktu sampai pukul 14.00 wib. Jika tidak diatur waktunya dengan baik, Elly sendiri tidak sempat untuk istirahat;

9.     Untuk laporan waktu penyetoran uang cabang ke kantor pusat hanya sampai jam 14.00 wib dan untuk itu Elly harus cermat dalam menghitung stock uang secara keseluruhan, baik yang ada di teller maupun di khasanah karena ada limit stock uang yang berada di cabang. Setelah kembali dari KCU untuk setor bank notes, Elly menerima setoran uang dari teller yang sudah tutup jam layanan nasabah. Kemudian menghitung uang bersama Kabag untuk disetorkan ke kantor pusat. Kemudian Elly membuat jurnal laporan transaksi cabang ke KCU dan merapikan uang di khasanah yang kemudian dihitung bersama Kabag untuk dimasukkan ke dalam brankas.

10.   Elly tidak merasa terbebani walaupun bukan tugas Elly dan masa usia pensiun untuk BO 55 tahun sedangkan pensiun Elly 35 tahun tetapi menurut Elly ini pembelajaran dan kesempatan Elly untuk menunjukkan prestasi;

11.   Setelah Elly menjadi BO sementara kurang lebih 3 (tiga) bulan, kemudian Elly ditugaskan kembali menjadi teller reguler dan juga merangkap sebagai duty officer untuk menyapa dan membantu nasabah yang baru saja datang ke cabang, memperhatikan keadaan kebersihan banking hall dan ketersediaan slip transaksi di writting desk;

12.   Pada tanggal 5 September 2016, BCA KCP Menteng menempati gedung baru dengan Kepala Cabang, Ibu Vemy I. Sumangkut sekaligus kali pertama memiliki ruangan untuk nasabah prioritas. Kemudian Elly bertugas sebagai teller prioritas BCA KCP Menteng. Staff yang bertugas di ruangan prioritas terdiri:

•   1 Kabag                      : Harini

•   2 CSO Prioritas            : Andi dan Yulis

•   2 Teller Prioritas         : Elly dan Dessy

•   1 Petugas SDB              : Sutikno

•   1 Cleaning Service     : Septi

•   1  Battler                     : Leny

Karena ini awal BCA KCP Menteng memiliki ruangan prioritas dan juga fasilitas save deposite box (SDB) maka secara langsung mempunyai penilaian kinerja cabang khusus prioritas yang dinilai dari perekrutan nasabah prioritas, penempatan dana nasabah prioritas, kredit nasabah prioritas dan terjalinnya hubungan yang baik kepada nasabah-nasabah prioritas atau yang sering disebut customer engagement (CE).

13.   Sebagai teller prioritas, langkah awal Elly turut membantu dan berkontribusi untuk perekrutan nasabah prioritas dengan cara, apabila ada nasabah yang baru kali pertama bertransaksi di Prioritas KCP Menteng Elly catat nama dan nomor teleponnya. Kemudian seusai jam layanan nasabah, Elly mengirimkan pesan via sms/whatsapp “Terima kasih Bapak/Ibu…. telah bertransaksi di BCA KCP Menteng, apabila Bapak/Ibu ada pertanyaan atau kebutuhan perbankan bisa menghubungi BCA Prioritas KCP Menteng atau Halo BCA”. Tujuannya menciptakan hubungan agar nasabah mengingat BCA Prioritas KCP Menteng dan datang kembali untuk bertransaksi;

14.   Selain kepada nasabah prioritas yang baru melakukan transaksi di cabang Menteng, Elly juga berinisiatif memberikan ucapan selamat bila ada nasabah prioritas yang berulang tahun atau merayakan moment-moment bahagia dengan membuat sebuah video berdurasi pendek ucapan selamat yang dikirimkan via whatsapp yang kemudian Elly tandai dikalender untuk mengingat ditahun selanjutnya. Untuk nasabah prioritas Menteng sendiri selain video ucapan, Elly memberikan ide untuk memberikan souvenir sesuai dengan usia, pekerjaan atau hobi nasabah karena selama ini bila nasabah ada yang berulang tahun hanya diberikan kue ulang tahun dan kartu ucapan saja, dan semua ini atas persetujuan Kabag dan Kepala Cabang;

15.   Elly mencermati tiap kali ada nasabah yang bertransaksi apakah yang harus ditingkatkan lagi sehingga nasabah merasa berbeda bila transaksi di Prioritas Menteng karena nasabah prioritas ingin dilayani secara cepat maka Elly mencatat transaksi nasabah yang hampir setiap transaksi ke rekening tujuan yang sama, sehingga nasabah tidak mencari-cari dulu nomor rekening yang dituju. Selain itu, Elly melihat beberapa kali nasabah khususnya ibu-ibu datang membawa anak balita, karena merasa bosan anak-anak cenderung merengek. Elly menanyakan terlebih dahulu kepada Kabag Elly, diperbolehkan atau tidak jika disediakan buku mewarnai dan pensil warna atau crayon. Kabag Elly memperbolehkan, maka Elly menyediakan alat gambar yang Elly beli menggunakan uang pribadi Elly sendiri;

16.   Elly sebagai teller prioritas hanya bisa melayani transaksi finansial nasabah dan tidak bisa mengakses data pribadi nasabah, maka untuk mencari gambaran profil nasabah secara umum Elly menggunakan google atau dari pemberitaan. Selanjutnya Elly infokan kepada Kabag atau Kepala Cabang untuk bisa di follow up. Sehingga bila nasabah tersebut datang bertransaksi, Elly sudah mengetahui profil nasabah tersebut;

17.   Suatu ketika, datang seorang nasabah prioritas cabang lain dengan wajah yang kesal. Nasabah tersebut tidak bertransaksi tetapi komplain dengan nada tinggi mengenai penggantian kartu kredit BCA yang tidak jadi-jadi. Elly dengarkan dulu keluh kesah nasabah sampai tuntas, baru Elly menyimpulkan kendalanya adalah di alamat nasabah tinggal tidak ada orang bila disiang hari maka kartu tersebut tidak sampai kepada beliau. Karena keterbatasan akses tidak seperti CSO yang memiliki akses langsung ke pihak terkait,  melihat CSO dan Kabag Elly sedang ada nasabah lain Elly berusaha membantu dengan menghubungi Halo BCA dan memberikan solusi kalau kartu kredit beliau dikirim kembali ke cabang Menteng. Jika kartu tersebut sudah datang, Elly akan hubungi nasabah tersebut. Kemudian nasabah menyetujuinya, dan Elly mencatat nomor pelaporannya agar bila catatan nasabah hilang Elly masih punya catatannya. Sesuai janji Elly, setelah kartu datang Elly menghubungi nasabah tersebut. Kebetulan saat nasabah tersebut datang Elly sedang makan siang, tetapi beliau menyampaikan akan menunggu Elly sampai selesai tidak mau dilayani dengan rekan Elly.  Elly menunda makan siangnya untuk menemui nasabah tersebut, ternyata nasabah ingin bertemu langsung Elly. Karena Elly telah membantu, nasabah tersebut bersedia menempatkan dananya berupa deposito Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dan berencana mengajukan kredit modal usaha serta pindah menjadi nasabah prioritas Menteng. Jika ada keperluan mengenai kebutuhan perbankan nasabah tersebut selalu menghubungi Elly, dan jika kebetulan tidak bertemu Elly saat datang ke prioritas Menteng beliau memberi tahu melalui whatsapp. Hal ini Elly terapkan secara konsisten agar dapat menularkan kepada rekan kerja Elly tanpa harus mengajari atau menggurui. Menurut Elly, nasabah yang sudah engage akan lebih mudah untuk ditawarkan produk-produk BCA sesuai dengan kebutuhan perbankan nasabah;

18.   Alhasil ada nasabah prioritas yang berhasil closing Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dengan angka kredit Rp. 350 jutaan, kurang lebih Rp. 300 jutaan, dan Rp. 490 jutaan  yang Elly pun menyelesaikannya sampai berhubungan langsung dengan pihak dealer mobil agar nasabah merasa puas. Hal ini pun menjadi pengetahuan dan koneksi untuk Elly jika ada nasabah lain ingin membeli kendaraan. Untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Elly hanya membantu me-referalkan ke Kabag dan Kepala Cabang kurang lebih angka kredit Rp. 3.000.000.000,- (tiga milyar rupiah) dan untuk prosesnya diserahkan kepada relationship officer (RO) KCU;

19.   Karena kinerja Elly sebagaimana diterangkan diatas, untuk penilaian tahun 2016 yang dinilai pada Januari 2017 Elly mendapat nilai A yang berpengaruh pada kenaikan gaji dan bonus. Sekitar bulan Oktober 2017, Elly mewakili BCA KCU City Tower mengikuti ajang Smart Solution Reward Program (SSRP) kategori Teller Prioritas di tingkat Wilayah (Kanwil) 8 Pondok Indah. Hal ini merupakan pengalaman pertama Elly mengikuti ajang ini sampai tingkat Kanwil. Dari tingkat kanwil berhasil lolos melalui tahap seleksi psikotes, tes kemampuan dasar dan presentasi dapat mewakili Kanwil 8 (delapan) di tingkat nasional. Dalam ajang ini Elly bersaing dengan 11 (sebelas) orang untuk kategori Teller Prioritas. Ellyt diberi pembekalan di KCU City Tower oleh Ibu Elvri sebagai Kepala Operasional dan Ibu Titi sebagai Kepala Layanan.

20.   Kemudian pada tanggal 27 Oktober 2017, Elly menjadi Teller Prioritas Terbaik Tingkat Kanwil yang mewakili Kanwil 8 (delapan) di tingkat nasional dan langsung diapresiasikan oleh Kepala Kanwil 8 Bapak Haryono Wongsonegoro. Sekitar 1 bulan Elly dan rekan-rekan dari kategori lainnya mengikuti pembekalan yang diberikan oleh Kanwil 8 di Wisma BCA Pondok Indah.  Jarak antara tempat tinggal Elly (kos daerah Menteng) ke Wisma BCA Pondok Indah lumayan jauh, untuk mengejar waktu Elly menggunakan Ojek Online untuk berangkat dan pulang dan biaya sendiri. Terkadang Elly ikut tumpangan dari Cabang Kuningan yang dapat fasilitas mobil kantor; 

21.   Pada akhir November, saat masih mengikuti pembekalan di Pondok Indah rekan kerja Elly Ibu Resdina sebagai Kabag CSO di BCA KCP Menteng akan berulang tahun. Karena Elly yang memegang uang kas (kesepakatan adanya uang kas untuk keperluan jika ada yang berulang tahun, sakit atau lainnya) dan dari rekan-rekan lain tidak pernah ada yang peduli untuk membeli hadiah atau kado jika rekan kerja mereka berulang tahun maka Elly yang membelinya. Elly melakukan ini karena beranggapan untuk rasa kepedulian dan engagement di kantor dan seringnya Elly memakai uang Elly pribadi karena kekurangan uang kas. Elly membeli kado untuk Ibu Resdina sepulang dari pembekalan di salah satu mall Pondok Indah. Setiap membeli kado berupa barang untuk rekan kerja Elly, Elly harus mengingat-ingat apa warna kesukaannya atau ukurannya supaya sesuai dengan keinginannya, pada paginya sekitar pukul 06.00 wib sebelum ke Wisma BCA Pondok Indah Elly mengantarkan kado tersebut ke BCA KCP Menteng karena pada hari itu Ibu Resdina berulang tahun; 

22.   Awal bulan Desember 2017, Elly mewakili Kanwil 8 (delapan) sebagai kategori Teller Prioritas yang mengikuti proses karantina tingkat nasional selama 5 (lima) hari di daerah Puncak, Bogor. Dalam proses seleksi nasional yang terdiri dari 12 (dua belas) Kanwil, Elly bersaing lagi dengan 11 (sebelas) orang dengan tes seleksi yaitu psikotes, tes kemampuan dasar, pengetahuan produk, interview, kerjasama tim dan komunikasi. Namun, pada tahap nasional ini Elly tidak masuk ke dalam 3 (tiga) besar. Elly tidak berkecil hati, tetapi Elly jadikan motivasi untuk mengikuti ajang ini di tahun depan dan bangga sudah maju keatas panggung yang dihadiri oleh Presiden Direktur BCA, Komisaris dan Direksi BCA pada malam BCA Award di Raffles Hotel Jakarta.

23.   Sebagai reward  karena sebagai Teller Prioritas Terbaik tingkat Kanwil, maka BCA memberikan akomodasi gratis berikut uang saku ke Thailand bersama direksi BCA Bapak Erwan Yuris Ang selama 4 (empat) hari dari tanggal 3 Februari 2018 sampai 6 Februari 2018;

24.   Setelah mengikuti SSRP, Elly kembali bekerja ke BCA KCP Menteng seperti biasa. BCA pun akan berulang tahun ke 61 (enam puluh satu) tahun pada tanggal 21 Februari 2018 yang dirayakan di cabang pada Jumat, 23 Februari 2018 dengan memberikan souvenir berupa pulpen kepada nasabah yang datang. Setiap ada moment spesial, masing-masing cabang akan mendekorasi kantornya sesuai tema yang ditentukan. Ruangan Prioritas BCA KCP Menteng pada saat itu telah selesai didekorasi, maka Elly siap-siap untuk pulang karena sudah jam pulang kantor. Karena ruang prioritas dengan regular berbeda lantai dekorasi dikerjakan oleh masing-masing bagian. Melihat di banking hall regular belum selesai di dekorasi Elly ikut membantu mendekorasi. Tiba-tiba rekan kerja Elly Yulis yang diminta untuk membeli plastik pembungkus souvenir oleh kepala cabang Ibu Vemy tidak berhasil mendapatkan karena toko sudah tutup. Tidak hanya itu, untuk bahan dekorasi yang ingin dicetak dengan gambar 61 (enam puluh satu) tahun BCA pun gagal karena mesin cetak sedang rusak sedangkan besok pagi perayaan ulang tahun BCA berlangsung. Karena Elly merasa kasihan melihat rekan kerja dan kepala cabang Elly maka  Elly mengajukan diri membantu mencarikan plastik souvenir dan mencetak gambar. Elly melihat jam sudah pukul 17.45 wib Elly bergegas memesan ojek online ke toko yang menjual perlengkapan ulang tahun di mall kota kasablanka. Sampai disana ternyata barang yang Elly cari telah habis, sambil berjalan keluar mall Elly googling toko yang menjual perlengkapan ulang tahun, hasilnya ada di ITC Kuningan dan Elly cepat-cepat kesana karena toko hampir tutup. Akhirnya Elly dapat barang yang sesuai kemudian Elly konfirmasi ke Ibu Vemy untuk harga barangnya. Dari toko tersebut Elly langsung ke Snapy Benhil (Bendungan Hilir) untuk mencetak gambar 61 (enam puluh satu) tahun BCA dan saat itu sudah pukul 21.00 wib; 

25.   Sesuai dengan kinerja Elly selama tahun 2017 Tergugat mendapatkan kembali nilai A;

elly wulansari dan atep koswara ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )
Elly Wulansari di dampingi kuasa hukumnya, Atep Koswara, SH. MH. ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

baca : Harus kemana Elly Wulansari mencari keadilan?

PERISTIWA HUKUM

26.   Pada pertengahan bulan April 2018 saat ada meeting di KCU City Tower  Elly diberitahu oleh Ibu Elvri selaku Kepala Operasional Cabang bahwa per tanggal 30 April 2018 Elly ditugaskan menjadi Customer Service Officer (CSO) Prioritas di BCA KCU City Tower untuk dilihat kinerja Elly yang nantinya dapat dipromosikan menjadi Relationship Officer (RO) dengan usia pensiun menjadi 55 (lima puluh lima) tahun. Namun, dikarenakan adanya masalah uang hilang sebesar Rp. 17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah) tanggal 25 April 2018 maka Elly gagal untuk dipromosikan. Kejadian tersebut berawal saat rekan kerja Elly bernama Yulis kehilangan uang Rp. 17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah) sekitar pukul 18.00 wib ketika ingin pulang kantor di BCA KCP Menteng;

27.   Fakta tentang hilang uang sebesar Rp. 17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah) dapat Elly sampaikan sebagai berikut, sekitar pukul 17.00 wib Elly keluar dari ruangan prioritas lantai 2 (dua) menuju ruangan kepala cabang di lantai 1 (satu) untuk menanyakan kredit nasabah ke kepala cabang, Ibu Vemy. Saat ingin keluar dari ruangan prioritas Elly melihat Andi duduk di meja kerjanya masih menyelesaikan pekerjaannya dan Yulis yang sudah siap pulang dan sudah berganti pakaian. Elly cukup lama di ruangan kepala cabang hingga Yulis masuk ke ruangan kepala cabang untuk pamit pulang sekitar pukul 18.00 wib dan tidak lama kemudian Yulis yang sudah sampai lantai dasar / parkiran balik lagi ke lantai 1 (satu) dan mengatakan bahwa amplop yang berisi uang Rp. 17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah) tidak ada didalam tasnya. Kemudian Elly bersama Yulis naik ke ruang prioritas lantai 2 (dua) masih ada Andi (CSO Prioritas) dan Pak Sutikno (Petugas SDB) sedangkan yang lain sudah pulang termasuk yang ada di lantai 1 (satu). Elly memberi tahu Andi kalau Yulis kehilangan amplop berisi uang Rp. 17.000.000,-(tujuh belas juta rupiah). Elly dan Andi pun menuju ke ruangan Ibu Vemy untuk melaporkan kejadian tersebut (pada saat itu Kabag Prioritas Bu Harini sedang cuti). Karena untuk membuka CCTV ada password dan PIC yang bertugas Pak Rudy sudah pulang sehingga Ibu Vemy tidak bisa membuka CCTV tersebut. Akhirnya Bu Vemy, Andi dan Elly naik ke ruang prioritas. Di dalam pantry ruang prioritas yang digunakan sebagai locker tempat menyimpan tas dan untuk makan siang tidak diawasi oleh kamera CCTV. Kamera CCTV hanya sampai di pintu masuk ruang pantry.

Uang yang ada didalam amplop yang dilaporkan hilang oleh Yulis tersebut ditarik tunai oleh Yulis sekitar pukul 10.30 wib dengan teller Dessy. Pada saat Yulis sedang tarik tunai Elly mengetahui karena Dessy mengebon uang kepada Elly Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah). Setelah itu Elly tidak memperhatikan lagi dibawa kemana uang tersebut. Bu Vemy menyampaikan bahwa “siapa pun orang nya yang mengambil amplop tersebut harus keluar dari BCA Menteng” dan Yulis pun menjawab sambil menangis “biasanya kalau ada yang mengambil masih disimpan disekitar sini”. Menurut penyampaian Yulis saat itu, uang tersebut untuk keperluan membeli daging saat acara pernikahannya tanggal 28 April 2018. Yulis dibantu oleh Bu Vemy dipinjamkan uang yang langsung ditransfer saat itu juga ke rekening Yulis;

28.   Kemudian Bu Vemy memerintahkan untuk cepat ganti baju karena Elly dan Andi masih pakai seragam kerja dan mengambil tas di locker karena ruang pantry akan di kunci. Pada saat Elly berganti baju dan ingin mengambil susu UHT  di kotak susu milik Elly yang memang kesehariannya kotak susu tersebut Elly letakkan dibawah locker Elly dan Elly beri nama “elly” Elly menemukan amplop dalam keadaan tertutup ada tulisan Rp 17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah) Elly kaget dan langsung panik, kenapa bisa ada didalam kotak susu Elly dan apa benar ini amplop yang hilang. Karena Elly takut dituduh dan ingat kata-kata Bu Vemy, Elly bawa amplop tersebut. Keesokan harinya Elly ingin menyampaikan ke Kabag Prioritas dan Yulis bahwa Elly menemukan amplop tetapi saat Elly baru datang dan berganti kerudung di toilet Elly bertemu Yulis. Dia menyampaikan “yang penting ketahuan kak orangnya, uangnya mah ngga apa-apa ngga ketemu”. Elly sempat bingung juga sama pernyataannya dia. Elly pun menanyakan ke Yulis untuk memastikan dia lupa menyimpan amplop tersebut atau tidak dan dijawab tidak, dia ingat sudah dimasukkan ke dalam tas tetapi tasnya dalam kondisi terbuka dan locker nya pun tidak terkunci;

29.   Sehari setelah kejadian tersebut, Kamis 26 April 2018 dilakukan pencarian di ruang pantry oleh Yulis dan Bu Harini dan semua karyawan di interogasi oleh Bu Harini satu per satu di ruang meeting prioritas. Kata “interogasi” lebih sesuai dibandingkan interview karena saat itu yang Elly rasakan Bu Harini sudah langsung menanyakan kamu punya keperluan mendesak sambil menatap. Yang mulanya Elly ingin memberi tahu  kalau Elly menemukan amplop akhirnya Elly urungkan niat tersebut karena Elly seolah merasa sudah dituduh. Di dalam hati Elly juga ingin tahu siapa orang yang sengaja meletakkan di kotak susu Elly. Apakah sengaja atau Yulis yang lupa karena kotak susu Elly bersebelahan dengan rak piring dan gelas. Setelah jam layanan selesai, sore hari nya pun seluruh karyawan di prioritas kembali di interogasi oleh Bu Vemy dan Bu Harini.

30.   Pada hari Senin, 30 April 2018 amplop tersebut Elly letakkan di samping brankas karena Elly tidak berniat untuk memiliki amplop tersebut dan tidak mengetahui juga isi dari amplop tersebut karena dari awal Elly menemukan Elly tidak berani membukanya kalau ternyata uang tersebut tidak berjumlah Rp. 17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah);

31.   Kemudian pada hari Rabu, 2 Mei 2018 saat pagi hari sebelum morning briefing, Elly masuk ke pantry dengan meminta Dessy menemani Elly untuk berganti sepatu dan sambil mengobrol mengenai minuman yang  Elly beli untuk acara perpisahan saat nanti Elly pindah ke KCU City Tower, Elly melihat amplop tersebut masih berada di samping brankas. Elly kemudian memanggil Dessy, untuk bersama-sama mengambil amplop tersebut. Dessy pun memanggil Andi dan Bu Harini. Kemudian  amplop tersebut dibuka secara perlahan oleh Bu Harini dan hanya dibuka sedikit tanpa mengeluarkan uang tersebut dari amplopnya dan tidak dihitung dan oleh Bu Harini amplop tersebut dibawa dan disimpan. Kemudian keesokannya tanggal 3 Mei 2018 Bu Harini menyatakan bahwa uang ada di amplop tersebut senilai Rp. 17.000.000,- (tujuh belas juta rupiah) yang kemudian disetorkan ke rekening Yulis melalui teller Dessy. Secara bersamaan, ada nasabah yang sedang transaksi tarik tunai di Elly dan Elly tidak mempunyai stock uang maka Elly mengebon uang ke Dessy. Dessy pun memberikan uang yang disetorkan sebelumnya oleh Bu Harini sehingga uang tersebut sudah dibawa oleh nasabah. Namun, setelah uang tersebut sudah tidak ada Bu Harini baru menyampaikan menurut Yulis bahwa kondisi uang tersebut berubah setelah dia memfotonya sebelum uang tersebut disetorkan dan mengirimkan hasil fotonya ke Yulis (Yulis masih cuti). Ban uang kertas yang bertuliskan Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) berubah menjadi karet;

32.   Walaupun uang tersebut sudah kembali tetapi interogasi masih dilakukan dan Elly masih penasaran siapa pelakunya dan apa tujuannya. Pada Jumat, 4 Mei 2018 Elly memberi tahu Ibu Harini dengan kemauan Elly sendiri dan bukan saat interogasi bahwa Elly telah menemukan amplop tersebut dan kebetulan saat itu Bu Vemy sedang cuti. Elly bilang kepada Bu Harini bahwa Elly yang akan langsung menyampaikan hal ini ke Bu Vemy hari Senin agar Bu Vemy  mendengar langsung dari Elly dan tidak ada kesalahpahaman. Kenapa Elly memberanikan diri untuk memberi tahu kalau Elly yang menemukan amplop pada malam kejadian dan baru saat itu Elly memberi tahu, karena saat interogasi yang dilakukan beberapa hari sebelumnya Elly mengalami tekanan antara lain yaitu :

a.   Saat interogasi Bu Harini sudah menunjukan pernyataan dan pertanyaan yang menyudutkan seperti “kamu punya keperluan mendesak? kalau ada keperluan mendesak bilang saja nanti aku kan bisa kasih pinjam” dan “dimana sih hati nurani kamu sampai ngambil uang teman sendiri”. Padahal saat kejadian Bu Harini sedang cuti. Elly hanya menjawab, “untuk apa saya mengambil sedangkan saya juga sama-sama dapat bonus yang mungkin lebih besar karena nilai saya A”.

b.   Tanpa menganalisa dan melihat rekaman kamera CCTV bersama-sama Bu Vemy menyampaikan bahwa menurutnya indikasi ada di Elly karena Elly orang yang berada paling lama di dalam pantry saat pukul 11.00 wib – 12.00 wib. Setelah Tergugat keluar dari ruangan pantry uang tersebut tidak pada posisi awal Yulis menyimpannya di dalam tas. Bantahan Elly kenapa Elly paling lama karena memang sudah biasanya Elly istirahat makan siang satu jam dan hari-hari sebelumnya pun sama bisa diperiksa langsung melalui rekaman CCTV. Elly langsung menanyakan pernyataan tersebut ke Yulis melalui Whatsapp pada jam berapa uang tersebut tidak pada posisi awal dia menyimpannya dan jawabannya lupa.

c.    Saat melihat rekaman CCTV saat kejadian hanya Andi saja yang diikutsertakan dan Elly tidak diikut sertakan.

d.   Bu Harini menyampaikan bahwa beliau telah menemui “orang pintar” untuk menanyakan siapa yang mengambil uang tersebut dari tas Yulis dan orang tersebut menunjuk kepada foto Elly. Elly memberi tanggapan saat itu, “kita sama-sama aja Bu kesana biar ngga menimbulkan fitnah atau orangnya disuruh datang ke BCA Menteng” tetapi Bu Harini tidak bersedia.

33.   Kemudian pada hari Senin, 7 Mei 2018 saat Elly ingin menyampaikan langsung kepada Bu Vemy, ternyata Bu Vemy sudah mengetahui terlebih dahulu dari Bu Harini sejak Jumat malam. Kemudian Elly disuruh mengundurkan diri oleh Bu Vemy yang disaksikan oleh Bu Harini dengan alasan Elly tidak jujur dan tidak berintegritas. Dari awal Elly tidak mempunyai niat untuk mengambil dan apalagi memiliki uang tesebut, Elly tidak bersedia untuk mengundurkan diri. Kenapa pelaku yang meletakkan amplop tersebut ke dalam kotak susu Elly tidak dicari hingga tuntas? Kenapa harus Elly yang dituduh tanpa adanya pemeriksaan yang mendalam dan hanya tuduhan sepihak? Dalam hukum, apa yang sudah dilakukan oleh PT BCA atas Elly adalah sudah melanggar asas praduga tak bersalah karena menuduh tanpa adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Mengapa atasan Elly sangat gigih menyatakan bahwa Elly bersalah dan harus mengundurkan diri karena dianggap tidak jujur dan tidak berintergitas. Padahal HUKUM tidak menyatakan demikian sebelum adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Elly tidak pernah takut menghadapi proses hukum karena Elly TIDAK PERNAH MEMILIKI NIAT UNTUK MENGAMBIL UANG DAN MEMILIKINYA kecuali hanya menghindarkan diri dari kezoliman pihak-pihak yang ingin memfitnah Elly;

34.   Kemudian pada tanggal 8 Mei 2018 Elly dipaksa membuat kronologis kejadian dibawah tekanan yang kalimat-kalimatnya selalu dirubah sesuai keinginan Bu Vemy, dan diperintahkan mengundurkan diri. Tidak hanya itu, Elly juga mendapat perlakuan yang tidak manusiawi oleh hampir seluruh rekan kerja BCA KCP Menteng yaitu:

1).    Jumat, 11 Mei 2018 seluruh staf karyawan BCA KCP Menteng dari mulai kepala cabang, kabag, karyawan tetap dan bakti memakai pakaian dengan tema hitam yang diinfokan melalui chat personal whatsapp bukan di group whatsapp dan hanya Elly sendiri yang tidak diberi tahu. Padahal saat tanggal 4 Mei 2018 saat Elly mengakui menemukan uang tersebut kepada Bu Harini, beliau sampaikan melalui whatsapp kalau beliau yakin Elly tidak melakukan apa yang dituduhkan ke Elly.

2).    Senin, 14 Mei 2018 limit user id teller Elly diturunkan yang awalnya 100 juta rupiah/transaksi menjadi 25 juta rupiah/transaksi.

3).    Rabu, 16 Mei 2018 user id teller Elly dipaksa menandatangani formulir penonaktifan user id teller dan Elly tetap datang bekerja hanya untuk absen datang dan pulang.

4).    Rabu, 4 Juli 2018 Elly diperintahkan duduk di bangku yang telah ditentukan dan tidak boleh melakukan aktivitas atau pekerjaan lainnya di ruang Back Office (BO). Elly hanya membantu teller membuat ban uang karena kehabisan ban uang tetapi TERGUGAT dilarang oleh Bu Vemy membantu teller. Tidak hanya itu, apabila Elly tidak berada di bangku tersebut maka kepala cabang memerintahkan kabag atau cleaning service memanggil Elly.

5).    Jumat, 6 Juli 2018 adanya kalimat-kalimat sindiran dengan dikuatkannya angka 17 juta didalam percakapan whatsapp group Family BCA Menteng.

6).    Jumat, 27 Juli 2018 Tergugat dituduh oleh Andi melalui percakapan whatsapp dengan kalimat “kalau bukan karena berniat maling maaah, yaa apalagi.”

7).    Tidak boleh berlama-lama  berada di banking hall BCA KCP Menteng, jika terlihat oleh kepala cabang langsung ditegur melalui kabag.

8).    Tidak boleh berinteraksi dengan rekan kerja yang lain, bila ada rekan kerja atau karyawan menyapa Elly langsung ditegur oleh kepala cabang dan karyawan yang tidak suka dengan Elly dan memanfaatkan situasi ini. Seperti, saat Elly bertanya kepada Elis (CSO Bakti) “kenapa Lis ngantuk bikin kopi?” Elis pun menjawab “Iya kak, ngantuk banget. Kak Elly mau?” hanya sebatas  itu. Tetapi oleh Bu Shanty sebagai petugas kasanah yang melihat Elly dan Elis langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Ibu Vemy. Kemudian Bu Vemy pun menegur Bu Dina sebagai kabag CSO sekaligus atasan langsung Elis agar Elis jangan menyapa atau mengajak bicara Elly. Sehingga dari kejadian tersebut karyawan yang lain juga takut untuk menyapa dan berbicara dengan Elly.

9).    Elly juga dilarang menggunakan akses komputer yang ada di BCA KCP Menteng padahal Elly hanya ingin absen.

10).  Barang-barang Elly yang masih tertinggal di meja counter prioritas disingkirkan dan dimasukkan ke dalam amplop oleh Dessy atas perintah Bu Harini tanpa memberi tahukan Elly.

37.   Pada hari Kamis, 2 Agustus 2018 Elly menghadiri Undangan Pertemuan Biparti untuk membicarakan penyampaian maksud Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berdasarkan kronologis kejadian yang dibuat oleh Elly dalam keadaan dipaksa. Pada saat itu, Elly bertemu dengan Kepala BCA KCU City Tower Ibu Sofiah Sutedjo, Kepala Operasional Cabang Ibu Elvriawati, Kepala Cabang BCA KCP Menteng Ibu Vemy I Sumangkut, Hubungan Industrial Kanwil 8 (delapan) Bapak Parlin. Saat itu, Elly tidak didampingi oleh Pengurus Serikat Pekerja (SP) dan datang sendiri menemui pihak manajemen. Pertemuan tersebut berjalan singkat, karena dari pihak manajemen tidak mau mendengarkan lagi argumentasi saya dan hanya ada pertanyaan apakah saya bersedia untuk di PHK? Elly jawab tegas, Elly tidak bersedia;

38.   Karena Bipartit Pertama tidak mendapatkan hasil, maka Kamis tanggal 9 Agustus 2018 diadakan kembali pertemuan Bipartit kedua dengan maksud yang sama mengenai PHK. Saat itu, Elly didampingi oleh Pengurus Serikat Pekerja dan belum ada hasilnya sehingga proses selanjutnya melalui Tripartit Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Adminitrasi Jakarta Pusat;

39.   Elly sudah mengirimkan surat keluh kesah Elly maupun secara lisan kepada Pengurus Serikat Pekerja DPC KCU City Tower. Tetapi Ketua SP DPC City Tower Bapak Irwan meragukan pernyataan Elly dan menganggap Elly belum jujur. Antara Ketua SP dan Kabag Prioritas  Elly sering berkomunikasi secara tidak transparan. Sehingga Elly mendengar rumor bahwa adanya petisi yang ditanda tangani oleh karyawan tetap BCA KCP Menteng yang dibuat oleh Yulis atas saran dan masukan Bapak Irwan secara personal dan dukungan kabag prioritas yang berisi bahwa Elly sebagai pelaku pencurian tidak sepatutnya dibela oleh Pengurus Serikat Pekerja DPW;

40.   Pada pertemuan Tripartit Pertama dengan maksud Penawaran Penyelesaian PHK Rabu, 17 Oktober 2018 Elly berhalangan hadir karena sakit gigi. Karena Tripartit Pertama Elly tidak hadir, maka Elly mendapatkan surat dari Suku Dinas Tenaga Kerja dengan Panggilan Sidang Mediasi I hari Kamis, 25 Oktober 2018. Saat itu, Elly belum siap untuk melakukan sidang mediasi maka sidang dilanjutkan kembali Kamis, 8 November 2018 tanpa surat panggilan tertulis;

41.   Setiap hari Elly di BCA KCP Menteng mengalami intimidasi dan tekanan berupa sindiran-sindiran saat karyawan lain mengobrol dan adanya percakapan WA Group. Maka Elly memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Pusat;

42.   Pada hari Kamis, 8 November 2018 adanya pertemuan Tripartit kembali dengan pembahasan tuduhan tindak pencurian sesuai PKB yang ditujukan kepada Elly dengan bukti CCTV yang menguatkan sehingga keluarnya Disposisi Direksi. Surat Disposisi Direksi tidak dapat Elly minta dan baca langsung karena tidak diberikan oleh pihak manajemen dengan alasan bersifat rahasia dan diadakan sidang mediasi kembali Selasa, 27 November 2018; sesuai keterangan saksi Vemy Sumangkut ternyata dalam Pantry tidak ada CCTV;

43.   Pada hari Senin, 12 November 2018 Elly didampingi oleh Pegurus Serikat Pekerja bertemu dengan Kakanwil 8 (delapan) Bapak Haryono Wongsonegoro. Dalam pertemuan tersebut, Kakanwil meminta untuk ditindaklanjuti melalui proses hukum, Elly menyetujuinya. Tetapi yang membuat Elly bingung, proses Tripartit apakah harus menunggu proses hukum sedangkan yang melaporkan kasus ini ke kepolisian adalah Yulis bukan dari pihak manajemen (saat itu baru akan melapor ke kepolisian) tetapi dalam risalah sudin 8 November 2018 menyebutkan ”Perbuatan pekerja dikategorikan tindakan pencurian sesuai PKB”. Yang menurut Elly berdasarkan risalah sudin tersebut, belum ada laporan ke pihak kepolisian Elly sudah dituduh sebagai pencuri, Sudin sudah melangkahi wewenang Pengadilan dalam hal mana hanya Lembaga Peradilanlah yang berwenang untuk memutuskan apakah seseorang bersalah atau tidak sesuai asas Praduga Tak Bersalah.

44.   Pada saat pertemuan dengan Kakanwil dan saat di Suku Dinas, Pak Parlin selalu membacakan Disposisi Direksi, rekaman CCTV dan menginterview satu per satu semua karyawan yang ada di ruang prioritas BCA KCP Menteng. Saat Elly meminta untuk membaca dan melihat langsung Disposisi Direksi tidak pernah diberikan dengan alasan rahasia, kemudian rekaman CCTV tidak pernah diperlihatkan bersama-sama bagian mana sebagai bukti kalau Elly melakukan tindakan pencurian dan saat menyampaikan telah menginterview semua karyawan yang ada di ruang prioritas Elly menanyakan langsung kepada Pak Sutikno sebagai Petugas SDB dan Septi sebagai cleaning service bahwa mereka tidak pernah diinterview oleh Hubungan Industrial Kanwil 8. Sehingga dapat Elly yakini bahwa ADA SESUATU YANG “ANEH” SEDANG DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN DAN SANGAT MERUGIKAN ELLY;

45.   Pada hari Selasa, 27 November 2018 diadakan kembali Tripartit di Sudin Jakarta Pusat dengan sanggahan yang Elly berikan yaitu jika saat itu Elly dikenakan sanksi berupa surat peringatan maka Elly bersedia karena Elly tidak menyampaikan penemuan amplop dari awal tetapi Elly tidak mencuri amplop tersebut bukan sanksi PHK. Namun, Elly sudah mendapatkan sanksi sosial yang jauh lebih berat dari kesalahan Elly. Dengan dilakukan penonaktifan user id Elly tidak mendapatkan tunjangan teller.  Pada pertemuan ini pun tidak mendapatkan hasil maka Sudin mengeluarkan anjuran;

46.   Pada tanggal 11 Januari 2019 Elly menerima surat dari Sudin yang berisi anjuran agar Elly menerima kompensasi PHK yang diberikan oleh pihak manajemen BCA sesuai dengan anjuran tersebut. Tetapi Elly menolak anjuran tersebut karena Elly tidak pernah mengakui tuduhan PERUSAHAAN terhadap Elly yang menuduh Elly melakukan pencurian yang dituliskan didalam anjuran tersebut. maka anjuran yang dikeluarkan oleh Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Pusat TELAH MELAMPAUI WEWENANG;

47.   Pada tanggal 15 Januari 2019 Elly dipaksa menandatangani formulir penilaian prestasi dengan total 650 dan mendapatkan nilai C oleh Bu Vemy dan disaksikan oleh Bu Harini (saat itu Bu Harini sudah resign dari BCA Elly tidak paham maksud kedatangannya untuk apa). Elly tidak bersedia menandatangani formulir tersebut karena menurut Elly tidak sesuai. Elly masih ingin terus bekerja dan Elly tidak mangkir dari pekerjaan Elly tetapi dari Ibu Vemy sendiri yang membatasi ruang gerak Ely dalam bekerja. Saat formulir penilaian itu diberikan, poin-poin nilai sudah diisi terlebih dahulu oleh Bu Vemy dengan 2 orang penilai yaitu Bu Vemy dan Bu Harini. Sampai akhirnya Elly tetap tidak mau menandatanganinya dan Bu Vemy bilang tidak masalah kalau tidak mau menandatangani formulir ini karena dari bagian PSDM Kanwil bisa menginput;

48.   Pada hari Senin, 21 Januari 2019 Ibu Vemy memerintahkan Elly untuk datang ke BCA KCU City Tower pukul 14.00 wib. Sesampainya disana, Elly bertemu dengan Ibu Vemy dan Pak Parlin dari Hubungan Industrial Kanwil dengan maksud menanyakan langkah selanjutnya yang Elly tempuh dan membantu memaksimalkan kompensasi. Elly sampaikan, bahwa Elly tidak mau di PHK dan Bu Vemy juga menyatakan tidak bisa mengintervensi Elly. Pertemuan tersebut berlangsung singkat, karena sebenarnya tidak ada yang perlu dibahas;

49.   Pada tanggal 6 Februari 2019 Pak Parlin mengajak Elly bertemu kembali tetapi kali ini bersama Bapak Tomy Joko dan Bapak Dian dari Kantor  Pusat BCA yang Elly juga tidak tahu jabatan mereka berdua sebagai apa di BCA. Pertemuan berlangsung di Kopi Luwak Grand Indonesia. Hampir sama dengan pertemuan sebelumnya, Pak Parlin menjanjikan kepada Elly untuk membantu memaksimalkan kompensasi jika Elly bersedia mengundurkan diri. Tetapi Elly tetap pada pendiriannya menolak secara halus dengan mengatakan akan Elly diskusikan dahulu dengan orang tua Elly; 

50.   Pada hari Jumat, 15 Februari 2019 pukul 09.00 wib Elly dijadwalkan untuk hadir memenuhi Undangan Klarifikasi dalam perkara yang diduga tindak pidana “Pencurian Biasa” dan atau “Penggelapan” dengan pelapor Yulisniati tetapi saat itu Elly tidak dapat hadir karena sakit;

51.   Elly mengalami berbagai intimidasi selalu Elly rasakan dari PERUSAHAAN. Per tanggal 01 Maret 2019 sampai 31 Maret 2019  Elly mendapat surat tugas ke BCA KCU Depok selama 1 (satu) bulan sebagai teller regular dan surat tersebut ditandatangani langsung oleh Kakanwil 8 Bapak Haryono. Tetapi sampai di BCA KCU Depok Elly juga tidak diberi pekerjaan, dan untungnya karyawan-karyawan yang ada disana memperlakukan Elly dengan baik;

52.   Bahwa Karena sebelumnya Elly tidak memenuhi undangan klarifikasi dari Polres Jakarta Pusat dengan pelapor Yulis, maka surat undangan klarifikasi datang lagi yang dijadwalkan pada hari Jumat, 01 Maret 2019 pukul 09.00 wib dan Elly datang ke Polres Jakarta Pusat sesuai dengan jadwal tersebut. Tetapi setelah sampai di Polres, penyidiknya tidak masuk karena keluarganya ada yang sakit. Kemudian Elly menghubungi penyidik untuk menanyakan kapan Elly bisa hadir memenuhi undangan tersebut, kemudian penyidiknya menentukan Selasa, 19 Maret 2019 pukul  19.00 wib, Elly datang tepat waktu. Tetapi hari itu batal lagi karena penyidiknya mendapat telepon kalau keluarganya ada yang sakit. Akhirnya pada hari Jumat, 22 Maret 2019 Elly memberikan keterangan mengenai perkara tersebut selama kurang lebih 3 (tiga) jam; 

53.   Bahwa pada saat Elly berada di BCA KCU Depok 5 Maret 2019, Elly baru mengetahui bahwa penilaian prestasi Elly mendapat angka 600 dengan nilai D dengan penilai Ibu Sofi (Kepala KCU City Tower) dan Ibu Vemy. (Ada bukti nilai 600 di ESS/MSS), kemudian Elly langsung memberitahu Pengurus SP DPW Bapak Faisal dan Pengurus SP DPC City Tower Ibu Fitri dan Bapak Awi. Tidak hanya lisan, Elly membuat surat tertulis ke Pengurus SP DPC City Tower agar bisa membantu menjembatani antara Elly dengan pihak manajemen karena posisi Elly sedang berada di BCA KCU Depok.  Dari Pengurus SP DPC City Tower mengadakan pertemuan dengan Ibu Sofi tetapi hasilnya tidak memenuhi harapan Elly. Ibu Sofi selaku Kepala KCU City Tower tidak mau merubah nilai Elly dikarenakan alasan Elly tidak bekerja; 

54.   Bahwa walaupun Elly tidak memiliki user id teller, tetapi Elly selalu datang ke kantor tepat waktu dan menuruti perintah Ibu Vemy yang diberikan kepada Elly walaupun tidak manusiawi. Elly pun juga menyelesaikan kewajiban Elly sebagai karyawan BCA untuk memenuhi target cabang seperti mengerjakan e-learning, pengisian coaching dan menyelesaikan pelaksanaan digital proficiency (top up Flazz, transaksi QR Code BCA Mobile, transaksi Sakuku dan lain-lain). Perintah ini disampaikan melalui kabag CSO Ibu Resdina. Penugasan Elly di BCA KCU Depok diperpanjang 1 (satu) bulan lagi dari 01 April 2019 sampai 30 April 2019. Dan selama 2 (dua) bulan di BCA KCU Depok pun Elly tidak diberi pekerjaan; 

55.   Bahwa sebelum Elly ditempatkan di BCA KCU Depok, tanggal 26 Februari 2019 Elly sempat menanyakan kepada Bu Vemy, apakah saya ditempatkan sementara atau pindah seterusnya? dan jawaban beliau “saya juga tidak tahu karena belum lihat surat tugasnya dan hanya diinformasikan dari Kanwil Elly ditugaskan ke Depok aja per tanggal 1 Maret dan beliau tidak ikut campur urusan di Kanwil”.

Sedangkan saat Elly tanya ke PSDM Kanwil dengan Ibu Mena tanggal 14 Mei 2019, “kenapa Elly dipindahkan sementara ke Depok ya Bu?” dan beliau balik bertanya, “apakah sudah dipanggil oleh atasannya belum ya?”. Hingga saat ini, belum ada penjelasan mengenai penempatan sementara di BCA KCU Depok dan penilaian prestasi yang saya dapat nilai D. Dikarenakan Elly mendapat nilai D maka Elly sama sekali tidak mendapatkan bonus saat bulan April 2019.

Terhitung tanggal 29 Juli 2019 Tergugat di-skorsing hingga menunggu keputusan  Pengadilan Hubungan Industrial.

Akankah Elly Wulansari mendapatkan keadilan sejati? (***/Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *