underwater ( guritanews.com )

Underwater : menemukan ‘flavour teror’ dalam genre horror science fiction

GuritaNews – Coba ingat kembali, bagi anda yang pernah menyaksikan film science fiction ‘The Abyss’ (1989) yang di sutradarai James Cameron, mungkin akan tersadar sejenak bahwa film Underwater milik sutradara William Eubank seperti membawa kembali memori kita tentang kedahsyatan teror bawah laut The Abyss.

Film Underwater yang dibintangi sederet nama beken seperti Kristen Stewart, Vincent Cassel, T.J. Miller, Jessica Henwick, John Gallagher Jr serta lainnya.

Plot cerita langsung mengarah kepada sebuah instalasi laboratorium bawah laut yang secara tiba tiba berguncang hingga menghancurkan tempat tersebut.

Beberapa awak ahli laboratorium menyelamatkan diri dengan turun pada kedalaman dasar laut untuk menemukan stasiun Roebuck  641.

Saat proses menuju kedalam dasar bawah laut inilah para awak ahli ini harus mengalami teror mahkluk buas dari dasar laut.

Makhluk tersebut yang menghancurkan segala instalasi stasiun ekplorasi bawah laut tersebut dan mematikan para awak kru lainnya.

Bagi saya (penulis), film Underwater telah menjawab kelangkaan tema horror science fiction.

Setelah franchise dan spin-off Alien , belum ada lagi tema sejenis yang menarik sebagai hiburan.

Secara naskah, Underwater yang di tangani  penulis skenario Brian Duffield Adam Cozad, cukup menyajikan cerita dengan atmosfir horor fiksinya yang sarat mendebarkan.

Brian dan Adam cukup terampil memoles bagian demi bagian secara utuh dengan bungkusan dialog dialog yang tak mebuat kepala penat karena kebanyakan istilah , layaknya film fiksi ilmiah.

Semua adegan lumer dengan linear, bahkan uniknya Underwater tak menampilkan beratnya konflik kepentingan.

Mungkin anda bisa mengambil refernsi beberapa film horror science fiction yang di dalamnya selalu terselip konflik bessar dan penghianatan sebagai twist plot film tersebut.

Namun tidak bagi Underwater , film ini tidak melibatkan plot twist sebagai kejutan akhir cerita.

Bahkan Underwater terbilang mudah untuk mengakhiri cerita.

Akan berbeda rasa, ketika anda menyaksikan film film berbau science fiction dengan rasa survival, yang mengharuskan petarurung sejati jadi pemenang di akhir cerita.

Film Underwater tak akan membungkusnya demikian, pesan yang tersirat adalah ‘Pahlawan adalah keberanian untuk sebuah pengorbanan besar’.

Misi menyelamatkan diri dan teror dasar laut Underwater telah menemukan flavournya sebagai genre horror science fiction.

Secara keseluruhan penampilan para bintangnya sangat baik.

Bahkan saya pun cukup menyimak menit tiap menit betapa cemerlangnya Kristen Stewart dengan performanya.

Begitupun akting Jessica Henwick yang cukup mencuri perhatian.

Dalam skala hiburan, film Underwater cukup rekomendasi untuk di tonton.

Meski tetap berbeda rasa ketika anda menyaksikan The Abyss! (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *