preskon surat dari kematian ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Surat Dari Kematian : upaya kreatif melahirkan film drama misteri penuh investigatif

GuritaNews – Film Surat Dari Kematian arahan Hestu Saputra lebih meleluasakan diri sebagai film dengan sentuhan drama-misteri.

Film pabrikan Max Pictures ini memang tidak akan mengkonsumsi racikan horornya seperti judulnya, yang notabene berbau horor.

Namun akan tetapi, film Surat Dari Kematian tetap menarik dengan magnet misterinya.

Dari awal hingga kahir film Surat Dari Kematian yang naskahnya di olah Evelyn Afnilia cukup stabil memperthankan formulanya sebagai drama misteri.

Hanya saja saya (penulis) mencatat, betapa Hestu Saputra seperti kerepotan membangun chemistri antar pemainnya.

Bahkan untuk mendevelope karakter para pemainnyapun Hestu bisa disebut tidak trampil.

Saya hanya melihat penampilan bintang baru Carissa Perusset yang cukup bagus santai berperan sebagai jurnalis muda yang sedang menginvestigasi misteri ‘buram’ kasus kematian.

Carissa Perusset ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )
Carissa Perusset ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Selebihnya, saya tidak akan berbicara banyak mengenai porsi dan kualitas para pemainnya.

Mungkin lebih tetap penampilan mereka sama dengan saat tampil sebagai pelakon dalam film televisi.

Sudah menjadi tugas sutradara untuk meracik formula jitu demi membentuk atmosfir yang kuat dalam sebuah film.

Apalagi jika film tersebut di angkat dari sebuah novel horor yang cukup komersil di pasaran.

Beruntunglah saya yang memang tidak ingin berekspektasi terhadap sebuah film yang diadaptasi dari novel, meski dari novel horor atau misteri sekalipun.

Karena pada prakteknya, tak semua harus sama.

Hestu berupaya untuk setia dengan novel aslinya milik Adham T Fusama, namun juga berakibat pada taste film itu sendiri.

Film yang linear akan terasa sulit untuk membentuk rasa dan atmosfirnya sendiri.

Rasa membaca dan melihat tentu akan sangat berbeda dengan unsurnya.

Bahkan Surat Dari Kematian sebagai film juga punya kerumitan sendiri untuk menyeret sedalam-dalamnya emosional penontonnya.

Problem ini yang menjadi takaran tersendiri bagi sutradra untuk mengumbar ‘flavournya’.

Bicara nge’pop’, film Surat Dari Kematian , tetap dalam packaging ‘pop stylish’ dalam persoalan gambar.

Grading colour yang di tampilkan sangat bagus, dengan penataan director of photography yang cukup manis memanjakan mata.

Film Surat Dari Kematian dengan genrenya sebagai drama misteri, telah melemparkan ide segarnya dengan membungkus rasanya sendiri.

Artinya, film ini tidak mempersempit diri dengan gambar dan narasi cerita yang sia-sia, semua estafet untuk menggirirng pada ending plot twist.

Sebuah film dengan warna drama-misteri dengan narasi penuh investigatif adalah sebuah panorama visual dan bertutur yang sangat langka.

Terlepas dari segala keterbatasan penggarapan cerita, setidaknya Max Pictures sebagai rumah produksi telah memperlihatkan keberanian mengeksekusi Surat Dari Kematian menjadi tontonan menghibur di kelasnya. (Q2)

Simak juga ulasannya di pojoksinema.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *