Adham T Fusama, Hestu Saputra ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Menguping sedikit ‘bocoran’ film Surat Dari Kematian

GuritaNews РFilm Surat Dari kematian (selanjutnya disebut SDK) yang di angkat dari novel berjudul sama  karya Adham T. Fusama akan tayang di bioskop mulai 9 Januari 2020.

Dalam pertemuannya dengan para wartawan di kantor Max Pictures, Adham dan Hestu Saputra (sutradara SDK) membagi pengalamannya saat pembuatan film tersebut.

“Bagi saya SDK akan menjadi film horor serius yang sangat berbeda dengan kebanyakan genre sejenis. Atmosfir horornya di film ini begitu kuat. Yah saran saya jangan nonton sendiri deh.. ” ujar Adham.

“Ini film horor kedua saya setelah Lorong. Dan saya yakinkan kepada anda bahwa film ini akan berbeda rasa dengan film horor saya sebelumnya. Saya ingin membuat sesuatu yang berbeda dan penuh tantangan di film SDK,” timpal Hestu

Adham menambahkan bahwa novel horor miliknya tidak seperti banyak novel-novel sejenisnya.

“Novel saya , SDK, bukan sekedar nakut-nakutin saja isinya. Tapi bagaimanan anda terlibat secara emosional dalam novel tersebut. Ada nuansa ivestigatif,  komedi, romansa dalam novel SDK,” papar Adham

Sementara Hestu juga menegaskan ‘ada konsen isu bullying dalam SDK’

“Saya sangat leluasa mengerjakan proyek film SDK, karena pak Ody Mulya Hidayat sebagai produser meleluasakan saya untuk menuangkan semua hasrat saya film ini,” bangga Hestu

Hestu juga mengakui bahwa untuk meleburkan treatmen film SDK ia terinpirasi dari film Midsommar.

“Cerita dalam film Midsommar adalah inspirasi saya untuk membuat treatmen SDK,” pungkasnya. (Q2)

Berita ini juga dapat anda simak di pojoksinema.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *