Rere Miyuki ( foto ; andy lakimen/guritanews.com )

Cerita Rere Miyuki, model asal Yogyakarta yang mengadu nasib di Eropa

GuritaNews – Model foto artistik Rere Miyuki, masih asik menjalankan karirnya di Jerman sejak tahun 2015.

Rere Miyuki adalah seorang kerabat yang saya kenal beberapa tahun lalu di kanal facebook.

Saat ia masih tinggal di Jakarta.

Perempuan kelahiran Yogyakarta ini menetap di Berlin setelah ia menikah dengan pria berkebangsaan Jerman.

Mengawali karirnya sebagai foto model di Yogyakarta pada tahun 2008, telah mengantarkan dirinya untuk terjun bebas sebagai model profesional.

Demi menuntaskan hasratnya berkarir, ia pun menetap di Jakarta sebelum akhirnya tinggal di Berlin.

“Selama di Jakarta waktu itu sekitar tahun 2009 sampai 2014, aku gencar memperkenalkan diri kepada banyak fotografer di Jakarta,”

“Termasuk bang Darwis Triadi yang pernah mengabadikan aku sebagai model fotonya, saat itu,’

Rere Miyuki ( foto : carl sieswono/guritanews.com )
Rere Miyuki ( foto : carl sieswono/guritanews.com )

Dalam platform MODELMAYHEM sebuah lahan berkarir bagi para profesional dan amatir, nama Rere Miyuki tercatat sebagai model yang laris.

Model kelahiran Yogyakarta bulan November, ini sering merambah workshop hingga ke mancanegara, seperti Singapura, Hongkong, Kuala Lumpur.

Rere juga berkolaborasi dengan banyak fotografer mancanegara.

“Alhasil dengan mengoleksi jam terbang, tanpa disadari aku seperti telah menjadi bagian dari hiruk pikuk pentas model internasional. Pada perjalanannya aku telah melabelkan diri sebagai model freelance internasional,” akunya bangga.

Tahun 2015, Rere Miyuki menikah dengan pria Jerman yang justru bukan dari kalangan entertainer.

Sang suami memboyong dirinya ke kampung halamannya, hal ini juga sebagai upaya mendukung karir Rere Miyuki tetap eksis sebagai foto model internasional.

Rere juga pun sempat tampil sebagai bintang tamu dalam acara program Mata Lelaki di sebuah stasiun televisi swasta.

“Dalam karir model, justru aku menekuni art modelling yang berupa model lukisan, model patung dan model foto. Sebuah karya fotografi yang sarat dengan makna dan pesan,”

Perempuan berkulit kuning langsat ini memiliki impian jika kelak dirinya bisa berkolaborasi dengan sebanyak mungkin fotografer di seluruh dunia dan menghasilkan karya-karya yang bisa dinikmati khalayak.

“Sebagai pribadi aku ingin memiliki kebebasan untuk berkarya secara manusiawi bertemu dengan orang-orang baik, berlibur ke tempat wisata yang aku impikan dan tanpa halangan visa tentunya,”

“Dan pastinya menghasilkan banyak pengalaman dalam karirku, juga menjadi terkenal in the best way. Hahahaha…” lanjutnya seraya tertawa

Rere Miyuki ( foto : carl sieswono/guritanews.com )

Apa sih resolusi kamu?

“Yah, semoga saja tahun 2020, aku menjadi pribadi yang lebih matang dalam berkarir dan keluarga. Juga mampu mencapai target dalam karir di Eropa tentunya,”

Rere juga memberikan catatn kecil, saat kami berbincang tentang dunia fotografi ; memberikan pandangan budaya antara Eropa dan Indonesia.

” Seni fotografi di Eropa dan di Indonesia dari segi kebebasan : di Eropa cukup bebas untuk berkarya tanpa ada yang membatasi untuk nudity (foto artistik). dan mereka melakukannya dengan professional dan cukup berpengalaman,”

” Nah, sementara kalau di Indonesia masih ada norma-norma yang membatasi karya anak negeri terutama dalam bidang artistik (tergantung darimana seni artistik itu di pandang) kadang walau berkesan artistik di Indonesia masih dianggap tabu. Aku sih berharap bisa lebih berkembang, ” paparnya

Oh ya Re, kasih tahu dong kiat sukses untuk bisa jadi model internasional ?

“Menurutku sih, seorang model ditentukan oleh niatnya dan mindset-nya.Sejauh apa sih niatnya , apakah hanya sebatas untuk mencari kesenangan atau mencari passion. Aku sendiri selalu berusaha yang terbaik menjalin hubungan dengan klien ,menjaga interaksi yang harmonis dan bersikap profesional,dan yang terpenting tidak sombong down to earth,” jelasnya.

Rere Miyuki ( foto : carl sieswono/guritanews.com )
Rere Miyuki ( foto : carl sieswono/guritanews.com )

Apa kesan mereka para fotografer di sana saat kali pertama motret kamu di sana?

” Actually, mereka senang sekali bisa bekerja bersama, kata mereka aku berwajah eksotik dan sensual, berbeda dengan model di eropa. Mereka terkejut melihat caraku bekerja yang professional dan mandiri,”

Gak kangen tengok keluarga di indonesia?

“Kangen pastinya setiap setahun sekali aku selalu sempatkan menengok
keluarga di Jogja,”

Selain Eropa dimana lagi kiprahmu? Asia? Amrik?

“Saat ini masih lah di  Eropa, tapi ada juga keinginan untuk bisa goes to USA. Ingin sekali bisa ke Amerika ,mungkin setelah aku resmi menjadi warga negara Jerman dulu dan baru bisa mengunjungi negeri uncle sam,” tutupnya. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *