Syifa Maya ( foto : Kicky herlambang/guritanews.com )

Hebatnya, Artis muda ini begitu cinta dengan Batik!

GuritaNews – Artis Syifa Maya (21) memang tak pernah lepas dari batik, bahkan setiap tahunnya, artis yang tampil dalam stripping sinetron Cang Mahmud (SCTV ) dan Putri DFuyung 2 (ANTV) ini selalu terlibat dalam peringatan hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.

Batik bagi perempuan kelahiran 1 Juni 1998 ini adalah warisan budaya yang harus ia cintai.

Di jumpai awak media dalam acara bertema ‘Dasawarsa Batik Sebagai Warisan Budaya Takbenda  Unesco’ yang digelar Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, pada 2 Oktober lalu, Syifa ikut terlibat dalam pentas cerita Perjalan Kisah Malam dan Canting.

Syifa Maya ( foto : kicky herlambang )

Baginya, keterlibatan dirinya merupakan sebagi sikap untuk melestarikan batik, yang saat ini sudah menjadi warisan dunia tak benda dari Indonesia.

“Saya memang pecinta budaya, salah satu yang saya cintai itu adalah batik. Karena batik itu kerajinan tangan, buatan tangan asli orang Indonesia. Di dalam batik ada filosofinya, kayak sido asih, sido luhur. Banyak pesan leluhur melalui batik, yang ingin disampaikan kepada generasi berikutnya,” ujar Syifa di Jakarta, Selasa  (2/10/2019) malam.

Syifa menambahkan, pentingnya generasi masa kini untuk mau menjaga budaya asli bangsa Indonesia, di tengah maraknya teknologi informasi yang melaju tanpa berbatas kendali.

“Melestarikan dan mencintai Batik sebagai asset bangsa adalah hal ini penting bagi kita semua. Generasi muda harus punya kemauan kuat untuk mengenalnya,”

Syifa juga memaparkan bahwa, mengenal batik tidak sekedar dipakai saja, namun menurutnya Batik itu punya banyak karakter dan ciri.

Syifa Maya ( foto : kicky herlambang )

“Kita harus mengenal batim dengan baik. Kan ada batik printing cetakan dan tulis yang menggunakan alat canting. Printing dibilang batik padalah itu tekstil bermotif batik. Jadi masih banyak yang belum tahu. Usaha kita memang lebih keras lagi untuk memperkenalkan batik kepada milenial,” ujar pecinta batik tulis Pekalongan ini.

Syifa sendiri memiliki puluhan koleksi batik dengan desain kekinian.

“Apabila anda mengenakan baju berbahan kain batik tanpa mengetahui makna motifnya, maka anda baru sekedar meramaikan tren saja, belum berkontribusi pada pelestarian warisan budaya,”

“Kita harus mampu menunjukkan bahwa batik sebagai identitas bangsa Indonesia, bukan hanya kainnya saja namun juga makna dari kekayaan yang terlihat dari keberagaman motifnya,” ujarnya.

Menutup percakapan, Syifa mengungkapkan rasa bangganya lewat penampilannya di atas panggung.

“Malam ini aku pertama kali tampil di panggung teatrikal, karena ini malam yang sangat special tentang batik dan aku menggunakan kostum yang sangat indah berbahan batik. motif dan coraknya sesuai kepribadian aku,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *