Doris callebout dan Jelita Callebout ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Inem Pelayan Sexy New : Siapa lebih sexy, Doris atau Jelita?

GuritaNews – Film Inem Pelayan Sexy New yang merupakan ulang buat karya Nya Abbas Akup , tahun 1976, memang tak mesti terlihat sama dengan versi pendahulunya ‘Inem Pelayan Sexy’.

Namun demikian versi remake film yang dulu di bintangi ; Doris Callebaut, Djalal, Titiek Puspa, Aedy Moward dan Eddy Gombloh masih tetap menghormati sumber aslinya, seperti menggunakan nama-nama tokoh dan kemiripan cerita yang ada dalam film sebelumnya.

Jelita Callebaut ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Pemeran Inem yang kali ini di mainkan cukup baik oleh pendatang baru Jelita Callebaut, putridari aktris veteran Doris Callebaut, cukup menyedot perhatian saya.

Jelita berhasil menampilkan sosok Inem yang lugu, cantik, anggun dan seksi (yang terakhir ini tentu akan berbeda pemahaman seksi ala Inem milik Doris Callebaut.

Melihat sexy-nya Inem yang di perankan Jelita, memang punya perbedaan secara visual di banding Dori Callebout.

Alhasil, Inem Pelayan Sexy New, menggunakan adab usia penontonnya yang di ganjar 13 tahun ke-atas, artinya penampilan Inem sang babu seksi berkulit putih mulus dan rupa nan elok ini, berhindar dari peragaan kemolekkan tubuhnya yang sarat menggoda majikan prianya.

Jelita Callebaut ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Film dengan penggarapan ulang memang tak mesti sama persis dengan cerita aslinya, Inem versi millenium, tentu menyesuaikan kondisi.

Secara visual film terbaru ini memang tidak berhasrat untuk menampilkan kemolekkan ragawi Jelita -yang jika di bungkus dengan mini tentu akan terlihat pesona Inem-nya.

Hanya saja jika saya menyebut ‘penyesuaian kondisi’ kenapa Inem anyar ini tidak menggunakan tank-top dan celanan pendek saja? untuk membedakan dengan versi lamanya yang menggunakan busana kain dan kutang sebagai ciri khas babu molek di eranya.

Hasto Broto yang duduk sebagai sutradara, tak perlu pusing memoles para pemeran lainnya seperti Mathias Muchus dan Meriam Bellina, yang tetap tampil dengan performa terbaiknya.

Hanya saja, agak kegok menonton film ini ketika Hasto seperti ‘lupa’ untuk membangun chemistry antar pemainnya.

Lakon pasutri ; Ida ( Meriam Bellina) dan Moko (Mathias Muchus) terlalu asik dengan mengumbar olah perannya sendiri, hingga penampilan merekapun meski dengan kualitas jempolan tetap ‘dragging’ tanpa kesan chemistry.

Entah apa yang menjadi kesulitan hasto untuk membingkai chemistry antar pemainnya.

Bahkan selama sekitar 40 menit, saya baru di buat nyaman ketika Moko yang mulai menggoda Inem saat baru menunaikan tugas bekerja di rumahnya sebagai babu, kepergok Ida istrinya.

Potongan quotes “Pipih berangkat dulu yah nem” yang di lontarkan tak sengaja oleh Moko di hadapan sang istri, ini sontak saya pun tertawa setelah puluhan menit sibuk mencari mana scene yang jempolan atau setidaknya ada-lah adegan-adegan kocak (meski ada namun bagi saya biasa saja) yang sukses mengundang tawa penonton, hingga tak perlu menanti sampai 40 menit.

Zoe Jackson ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Beberapa scene yang mempertemukan Inem dengan orang kaya bernama Maromi yang di perankan komedian Beddu, hambar saja berlalu.

Karakter Maromi dengan kekonyolan yang di sematkan sepertinya tank menggugah selera saya untuk menemukan celah chemistry dan kelucuan yang di bangun.

Film dengan durasi 107 menit ini terasa lama hanya karena penanganan treatmen naskah yang ‘kurang nendang’ -alhasil film yang semestinya mampu mengocok perut ini hanya sesekali tampil dengan nuiansa komedi segarnya.

Iparto Gombong komedian dengan dialek khas Banyumasannya tetap terlihat biasa saja.

Meski sutrdara meleluasakan Gombong untuk main dengan dua sisi yakni ; mimik ( yang ingin di permak lucu) dan logat Banyumas yang medok, namun sayangnya tereksekusi datar saja.

Tapi tidak tahu juga andai peran tukang roti Gombong bukan Iparto Gombong yang memerankan.

Demikian adanya Inem Pelayan Sexy ala remake ini tetap menjadi suguhan karya seni menghibur dengan segala keterbatasannya.

Paling tidak, akting Jelita Callebaut patut saya apresiasi.

Film yang juga dibintangi Hendrik Beta, Zoe Jackson, Jessica Veranda, bahkan juga ada Doris Callebaut yang menjadi cameo, akan menggoda anda di bioskop mulai 3 Oktober medatang. (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *