Bagiono dan Elma Theana ( foto : fafa/guritanews.com )

Penantian lama Bagiono, akhirnya film Ratu Kuntilanak jalan produksi!

GuritaNews – Muhammad Bagiono, memperlihatkan keseriusannya menggarap film bergenre darama-horor ‘Ratu Kuntilanak’ untuk menjadi sebuah film dengan kemasan serius namun tetap ringan untuk dinikmati.

Setelah sekian lama mempersiapkan diri, alhasil film yang memakan lokasi Jakarta, Bogor dan Bandung ini segera di produksi dalam waktu dekat.

Saat di jumpai awak media beberapa waktu lalu bersama artis Elma Tehana, dalam acara premiere film Pretty Boys, di Jakarta, Bagiono yang juga menggawangi organisasi profesi Perkumpulan Artis Film Indonesia ( PAFINDO) mengatakan bahwa sikapnya untuk membuat film horor serius, bukan tanpa alasan.

Hal ikhwal menurutnya, tak banyak sineas dan filmmaker yang punya keberanian untuk membuat sebuah karya bermutu.

Film horor , menurutnya, adalah sebuah tontonan yang memiliki unsur hiburan yang sebenarnya.

Bagaimana seorang filmmaker horor harus berhasil mengkoyak stabilitas emosional penonontonnya dan mampu menuntun ke ending cerita yang tidak di buat ‘sepele’.

“Film horor punya level sendiri sebagai karya seni. Tapi jangan salah, justru bikin film jenis ini tantangannya cukup besar. Dari mulai memoles cerita, desain produksi, pemilihan bintang untuk mensesuaikan diri dengan karakter, juga director of phorography-nya harus ok. Serta mencomot sutradara yang faham betul bahwa film horor tidak bisa dibuat asal jadi,”  tegas Bagiono.

“sayang kan kalau film jenis begini di buat asal-asalan seperti banyak yang tayang dibioskop saat ini. Tapi bukan saja film horor Indonesia. Yang impor punya juga ada kok yang terkesan penggarapannya terburu-buru,” lanjutnya.

Muhammad Bagiono ( foto : fafa/guritanews.com )
Muhammad Bagiono ( foto : fafa/guritanews.com )

Film Ratu Kuntilanak yang segera jalan produksi menjelang tutup tahun 2019, sejatinya mengalir dari peristiwa sebenarnya yang justru di alami Bagiono sendiri.

Lantas seperti apa kisah horor dengan judul mengerikan ini?

“Hmmm… kasih tahu jangan yah.. hahaha..” candanya.

“hhmmm.. begini saja, saya kasih dikit spoiler ya. Pastinya yang pertama Ratu Kuntilanak bukan horor murahan, anggaran produksinya (diluar promosi) saja dah kehitung, bisa kena sekitar 3,5 miliar. Jadi betapa film ini punya tingkat problemnya sendiri- yang memang harus di eksekusi dengan totalitas pengerjaan. Artinya, film yang memang di dasari dari persitiwa hidup saya ini, harus punya ‘taste’, “ paparnya.

Lalu bagaiman dengan pemilihan bintangnya? Apakah anda akan mendaulat nama nama beken yang sedang laris manis bak kacang goreng di film horor?

“Salah satunya iya. Harus pakai bintang top, tapi gak perlu banyaklah. Saya lebih menginginkan bintang yang kooperatif untuk pengerjaan film ini. Ini orang yang disebelah saya (yang dimaksud adalah elma Theana) bakal main juga nanti di Ratu Kuntilanak, ” jelas Bagiono

Sementara Elma Theana sendiri mengatakan kalau dirinya sebenarnya sangat ‘ogah’ main dalam film horor.

“Sebenarnya sih ogah main dalam film horor. Karena dulu pernah main dalam film horor, aku jadi hantu berdiri di bawah pohon, ehh ketendang samapi nyusruk ke tanah. Dari situ jadi kayak kapok ajah,” aku Elma “Tapi, waktu mas Gion (panggilan akrab Bagiono, red.) menawarkan naskahnya. Aku cukup tertarik karena unsur dramanya juga keren mas,” pungkas adik dari artis Rency Milano itu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *