Kembalinya Anak Iblis

Kembalinya Anak Iblis : Director is the God

GuritaNews – Sutradara Rudi Soedjarwo kembali denga karya terbarunya bergenre misteri-petualangan berjudul Kembalinya Anak Iblis, produksi RA Pictures.

Saya (penulis) berharap film arahan Rudi Soedjarwo ini mampu secara klimaks menyuguhkan rasa horornya, namun dengan berbagai upaya penggarapan, alhasil Kembalinya Anak Iblis hanya menghidangkan suguhan misteri -petualangan, minus ‘rasa’ horor.

Tap tak apap-apa lah, namanya juga karya seni.

Megantara, Al Ghazali, Atta Halilintar ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Pun demikian kondisinya, film ini tetap menarik dikemas, meski akting para pemainnya terekam dengan biasa-biasa saja.

Setidaknya Kembalinya Anak Iblis mencoba memaksimalkan ‘penjualan’ bintang mudanya seperti¬† ; Al Ghazali, Valerie Thomas, Steffi Zamora, Achmad Megantara, Atta Halilintar,¬† Mikha Tambayong, Marsha Aruan, demi menggiring pasar untuk meramaikan film yang dirilis di bioskop mulai 5 September mendatang.

Treatment cerita -yang merupakan instalasi kedua film ’13 Haunted’ ini- cukup terawat, artinya penanganan naskah film ini simple, meski ‘jujur’ kurang greget.

Steffi Zamora ( foto ; kicky herlambang/guritanews.com )

Namun, untuk menyasar kepada penonton remaja film ini cukup lumayan, apalagi sederet pajangan bintang beken yang masih stabil di gemari.

Tugas lima anak muda Rama, Farel, Quincy, Celsi dan Garin, untuk membayar rasa penasaran mereka atas kematian misterius  Fira dan Hana ( adik Rama) -yang belum ditemukan mayatnya di pulau Ayunan- lagi-lagi membuahkan petaka bagi kelima anak muda saat mereka kembali ke pulau tersebut.

Petaka yang mengharuskan mereka bergumul kembali dengan tebaran teror mistis – satu catatan lagi; sebenarnya pertempuran dengan teror mistis ini menjadi ajian paling dahsyat untuk menghujamkan efek horor yang ciamik.

Secara desain visual, banyak menampilkan gambar-gambar menarik, seperti khasnya film misteri.

Atta Halilintar ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Genre horor sebenarnya juga masuk pada level yang ‘cerdas’ dengan menyertakan logika penontonnya, bahkan ayunan cerita dan scorring juga berperan penting menjadi ambience yang membius emosional penontonnya hingga klimaks di akhir cerita.

Namun demikian banyak juga film-maker horor yang mengeksekusi klimaks dengan terburu-buru, alhasil tak sedikit film horor yang  gagal menemukan klimaksnya dengan eksekusi yang ‘top’ di akhir cerita.

Bahkan juga tak sedikit yang terbius dengan nuansa dragging pada karakter pemain, cerita dan scene.

Film Kembalinya Anak Iblis, memang tidak tersungkur dengan eksekusinya, karena bagi saya ‘Director is the God’ , semestinya… (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *