Viola Harahap ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Kisah lirih Viola Harahap dalam syair Sepertiga Malam

GuritaNews – Kegemarannya bersenandung telah membuat artis sinetron , Viola Harahap, untuk berani terjun di dunia musik.

Sebagai pembuktian kegemarannya itu, Viola meluncurkan single perdananya yang bernuansa pop religi berjudul Sepertiga Malam.

Lagu yang cukup mengiris rasa ini tak lain merupakan wujud nuraninya.

Perjalanan batinnya mengenal Sang Khaliq, kehilangan ibunda yang dicintainya hingga persoalan asmara yang juga membuat polemik kehidupannya kian terasa rumit.

Lahir Sepertiga Malam, Viola memantapkan diri untuk merebahkan diri di industri showbiz.

Bahkan single inipun juga di daulat menjadi soundtrack film drama berjudul Ibadah dan Cinta.
“Alhamdulillah sangat senang pada akhirnya saya dapat kesempatan untuk menuntaskan impian saya merilis sebuah lagu,” akunya bangga saat di jumpai awak media di kawsan Jakarta Timur, Senin (22/7) siang.

Viola HarahapBaginya menjadi penyanyi juga tak lain impian almarhum ibundanya, yang sangat mengenal talenta Viola.

“Lagu ini juga aku dedikasikan untuk mediang ibuku,” tuturnya dengan nada terbata-bata.

“Ibuku lah yang paling berpengaruh dalam perjalanan hidupku. Dia selalu tahu kemampuanku,”

“Meski baru bisa terwujud ketika ibuku sudah wafat,” lanjutnya
Viola bukan saja mahir memoles olah voklanya, setelah menamatkan pelatihan seni lakon di sanggar akting milik Eka Sitorus, iapun bergegas mengepakkan sayapnya untuk menyambangi banyak rumah produksi untuk uji coba kualitas kemapuannya.

Alhasil, Viola secara perlahan mulai mengoleksi jam terbangnya sebagai artis seni peran pendatanga baru.

Hingga pertemuannya dengan produser film Heri Tanjung, yang melihat kemampuan bakat Viola -baik sebagai biduan maupun artis seni peran.

Heri pun tak lagi menunda untuk meng-eksekusi perempuan kelahiran 17 Mei 1991 itu terlibat dalam produksi film perdananya.

“Saya melihat kemapuan bagus dalam dirinya. Jadi tak perlu waktu lama untuk mengajak Viola terlibat dalam film perdana kami Ibadah dan Cinta. Insa Allahu sebelum akhir tahun ini kami jalan shooting,” papar Heri.

Saat ini Viola sedang merebas ikhtiar dengan lajunya, satu persatu kerumitan dan duka yang ia alami mulai menghempas, sebagai gantinya ia-pun mulai menemukan jalan menuju kebinarannya sebagai bintang.

Silih berganti persoalan hidupnya, Viola telah belajar dari banyak peristiwa yang singgah dalam kehidupannya.

Tak ada kesedihan yang diperlakukan secara kekal, tapi juga tak ada kebahagiaan yang kekal, karena semuanya kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan sejati! (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *