ikut aku ke neraka

Menikmati treatment horor dan jump-scare tepat waktu film Ikut Aku Ke Neraka

GuritaNews – Film Ikut Aku Ke Neraka ditangan Azhar Kinoi Lubis akhirnya mampu meletupkan atmosfirnya lewat taste horor-misteri-thriller.

Sepuluh menit pertama Kinoi berhasil melarutkan treatmen dengan jump-scare.

Kurang lebih 90 menit film ini berlangsung kolaborasi Fajar Umbara dan Kinoi berhasil meleburkan formula cerita yang cukup trampil dikemas.

Sekedar catatan, penonton juga jenuh dan muak jika film horor harus bertubi-tubi melayangkan jump-scare yang seperti dipaksakan.

Poster Ikut Aku Ke Neraka

Namun tidak bagi Kinoi, penempatan jump-scare Ikut Aku Ke Neraka, memang serasa tepat pada momennya.

Sebagai sutradara Kinoi sadar betul bahwa Ikut Aku Ke Neraka harus tuntas mengurai bahan cerita dan treatmennya, bukan dengan olok-olokan jump-scare kepada penonton.

Penempatan scorring yang di ayun juga tak sia sia.

Sekali lagi, kompromi Kinoi dan Fajar untuk menjadikan Ikut Aku Ke Neraka sebagai tontonan menghibur dan tuntutan selera, bisa disebut berhasil.

Bagi penikmat film horor, upaya menikmati nuansa ngeri, takut dan kaget adalah bonus yang didapat selain treatment cerita.

Clara Bernadeth ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Bagaimana sebuah film bergenre horor bisa di sebut ‘berhasil’ ketika film tersebut menjadi perbincangan usai menontonnya.

Sudah menjadi kewajiban bagi filmmaker horor untuk menuntaskan hasrat menghiburnya namun harus di terima penontonnya.

Bahkan film Ikut Aku Ke Neraka juga tidak membuang banyak gambar dengan CGI ( Computer Gerenated Imagery), hanya sedikit scene yang menggunakan teknologi ini.

Secara film ; Ikut Aku Ke Neraka cukup menghibur dengan kemampuannya mempertahankan stabilitas emosi.

Nyaris sepanjang durasi Kinoi dan Fajar telah berani memperlihatkan kemahirannya mengolah formula cerita bagian demi bagian menjadi kesatuan utuh dengan kontinitinya.

Hanya saja, saya (penulis) masih bertanya dalam benak simbol cermin yang juga menjadi media pemicu scene-scene scary perlu alasan kuat untuk memperjelas mengapa dan kenapa?

Sosok hantu yang di tampilkanpun cukup menakutkan.

Meski analalogi saya juga belum kuasa menjawab keunikan pada scene-scene terakhir- yang kritis untuk melempar twist- saat Sari ( Cut Mini) ibu dari Lita ( diperankan dengan gemilang oleh Clara Bernadeth ) yang keluar dari cermin dengan penampakan sosok menakutkan berhadapan dengan pembantu Lita yang ada di rumah.

Pasalnya hanya si pembantu yang dapat melihat penampakkan Sari yang berwajah menakutkan dengan mata hitam dan berambut panjang.

Ini yang menjadi gangguan sedikit dalam benak saya, kenapa demikian? karena si pembantu berkata “Ibu..?” saat sosok menakutkan itu keluar dari cermin yang di tutup kain.

Tapi sudahlah, pun tidak menjadi beban bagi saya untuk menikmati dramaturginya yang keren!

Anda penasaran horor seperti apa yang ditawarkan rumah produksi Rapi Films ini? jaga tanggal mainnya di bioskop mulai 11 Juli mendatang. (Q2)

Artikel ini juga dapat anda simak di pojoksinema.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *