Angga Yuanda dan Zara JKT48 ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Dua Garis Biru : lumayan untuk sebuah debut feminin

GuritaNews – Sembilan tahun lamanya penantian untuk menggarap cerita Dua Garis Biru ke layar lebar akhirnya tuntas sudah terjawab.

Film Dua Garis Biru yang menjadi debut penyutradaraan Gina S Noer ini lahir sebagai karya hiburan yang menyasar kepada penonton remaja.

Namun demikian – perlu kita mahfum- karya debut memang belum sebaik karya karya selanjutnya, atau katakanlah langka bagi sebuah debut penyutrdaran sebuah film menjadi bisa fenomenal.

Pada hakikatnya Dua Garis Biru keluaran Starvision tetap dalam kendali treatmennya, meski sebenarnya film ini tidak perlu mubazir dengan range drama yang kelewat feminin dan agak sedikit jenuh.

Setidaknya, durasi film ini sebenarnya cukup pada hitungan 90 menit saja.

Konflik klise yang ditawarkan cukup menarik dan aktual, bagaimana sepasang remaja tanggung yang masih duduk di bangku sekolah harus mengalami kepahitan karena ketololan yang mereka perbuat yakni melakukan seks bebas.

Tema ini yang sebanrnya harus mengayun dengan energi yang balance, tapi hanya mampu di poles Gina dengan mengalir biasa saja.

Tapi saya berhasil menmukan beberapa golden scne yang sarat berwarna takni ; tampilan humor yang natural dan beberapa kali adegan sedih dengan scorring yang baik hingga bisa membuat pentoton larut.

Namun kalau maslaah ending cerita, tetntusaya tidak ingin melakukan spoiler, silakan anda nonton dahulu filmnya.

Bicara kapasitas akting beberapa bintang senior di era 90an seperti Cut Mini dan Lulu Tobing, yang masing masing berperan dengan baik sebagai ibu Bima ( Angga Yuanda) dan ibu Dara ( Zara JKT48) cukup saya simak dengan baik.

Demikian Cut Mini tetap nice looking dengan peran yang dimainkannya.

Sementara Lulu Tobing tetap dengan kemampuan aktingnya setelah tujuh tahun tak lagi muncul di layar lebar setelah Negeri Lima Menara (2012).

Dua aktor lainnya sperti Arswendy Bening Swara dan Dwi Sasono yang berperan sebagai ayah Bima dan Dara, cukup lumayanlah performanya.

Film ini pada akhirnya terlindungi dari kegaluannya mencari ruang drama yang lebih bertenaga, berkat penampilan para bintang tersohor tadi.

Kalau soal kualitas akting Angga Yuanda sebenarnya cukup lumayan lah sebagai pendatang baru yang belum banyak jam terbang, hanya saja Gina sepertinya lupa mempertahankan kegungan sebuah chemistry.

Beberapa kali saya memperhatikan scene Bima dan Dara seperti datar saja, mungkin ini faktor juga karena saya hanya menyimak datar saja olah akting Zara JKT 48.

Film Dua Garis Biru telah memulai babak barunya dalam menwarkan warna drama yang segar.

Film ini tak semata mengedepankan misi hiburan belaka, namun muatan ‘dakwah’ bahwa hubungan senggama di luar pernikahan sangatlah berdampak buruk bagi pelakunya, apalagi jika yang melakukan mereka yang tak siap melihat kelanjutan masa depannya… (Q2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *