Elvira Devinamira ( foto : kicky herlambang/guritanews.com )

Seperti apa visual komedi erotik Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi?

Sineas John De Rantau kembali dengan karya terbarunya berjudul Dilarang Menyanyi Dikamar Mandi.

Dalam acara peluncuran trailer Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi, John mengatakan bahwa karya terbarunya ini lebih leluasa memaparkan realitas.

“Ini film yang sangat ringan, tidak berat untuk dinimati. Bahkan saya suguhkan banyak kelucuan dalam film ini,” katanya saat peluncuran trailer Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi, Jumat (21/6) sore di Jakarta.

Bisa di sebut Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi adalah film dengan genre komedi-erotis.

“Tapi bukan berarti dalam film ini menampilkan banyak gambar vulgar hanya karena daya tarik erotisnya,”

“Saya masih punya moral, tidak perlu memperlihatkan sesuatu secara vulgar, namun semua ada dalam imajinasi penonton,”

Film yang menurtnya lucu ini, tanpa menggunakan pemain pabrikan komika.

John memang senagaja tidak ingin melibatkan komika main dalam Dilaran Menyanyi Di Kamar Mandi.

“Kalau pakai pemain komika, maka saya gak akan sampai pada tujuan sayabuntuk menghibur penonton,” imbuhnya.

Sementara bekas jawara kontes ratu kecantikan Putri Indonesia 2014, Elvira Devinamira Wirayanti punya pengakuan saat di dapuk memerankan Sofi, perempuan single yang jadi polemik di sebuah kampung.

Vira harus melakukan adegan mandi dengan memperlihatkan bagin belakang tubuhnya.

“Awalnya kau sempat mikir dengan tawaran ini. Tapi bang John menjamin bahwa main dalam film ini tidak akan merendahkan kamu sebagai mantan ratu kecantikan. Bang John menegaskan tidak akan ada adegan telanjang di kamar mandi atau topless sekalipun,”

Vira menegaskan bahwa shoot bagian belakang tubuhnya (punggung) saat berbalut busa sabun diambil dengan mengenakan kemben.

“Jadi sangat aman dengan kemben,”

John sadar betul bahwa film karyanya bukan untuk sebuah ketololan dengan memvisualkan adegan vulgar dengan bumbu komedi.

Film Dilarang Menyanyi Di Kamar Mandi adalah realitas unik di masyarakat, dengan membungkus kekonyolannya maka John berharap film inipun akan di sukai masyarakat pecinta film Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *